Ketuban Pecah Dini

Apakah Cairan Ketuban Itu?

Cairan ketuban adalah cairan yang berada di luar janin dan di dalam rahim. Cairan ini menggenangi janin yang ada di dalamnya. Cairan ini diproduksi dari kencing janin, maupun cairan paru-paru dan saluran nafas.

Volume cairan bertambah terus selama masa kehamilan hingga puncaknya di minggu ke 34 – 36, sekitar 1 liter. Setelah itu mengalami penurunan volume hingga minggu ke 40, yaitu sebesar 800 mili liter, dan berkurang terus seiring bertambah tuanya kehamilan.

Air ketuban umumnya pecah saat ibu dalam masa kontraksi untuk kelancaran kelahiran sang bayi. Tapi, bisa terjadiya ketuban pecah lebih awal (dini) hingga dapat mengakibatkan komplikasi serius.

Ketuban disebut pecah dini jika terjadi saat kehamilan kurang dari 37 minggu.

Penyebabnya

Beberapa penyebab terjadinya ketuban pecah dini adalah:

  • Paling sering karena: Infeksi rahim, leher rahim, atau vagina
  • Jatuh, kecelakaan
  • Hamil kembar
  • Cairan ketuban terlalu banyak
  • Merokok
  • Stress
  • Perdarahan saat hamil
  • Operasi
  • Biopsi
  • Mengalami ketuban pecah dini pada kehamilan sebelumnya
  • Indeks massa tubuh ibu hamil rendah
  • Tekanan darah tinggi

Akibatnya

Jangan anggap remeh masalah ini, karena mengakibatkan:

  • Bayi lahir prematur
  • Cairan ketuban terlalu sedikit bila terjadi pada kehamilan usia muda. Kondisi ini menyebabkan infeksi pada janin bahkan kematian janin
  • Meningkatkan risiko retensio plasenta (sebagian atau semua plasenta tertinggal dalam rahim). Ini mengakibatkan perdarahan pasca melahirkan baik primer maupun sekunder (kehilangan darah dalam waktu 24 jam sampai 6 minggu pasca melahirkan)
  • Terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari dinding rahim sebelum proses persalinan
  • Tali pusat janin putus
  • Kuman dapat pindah ke dalam kantung ketuban dan menyebabkan infeksi dalam rahim
  • Tali pusat mungkin terjepit di antara bayi dan dinding rahim. Bayi bisa mengalami cedera otak dan menyebabkab kematian bayi
  • Jika ketuban pecah sebelum kehamilan 23 minggu, paru-paru bayi mungkin tidak berkembang
  • Jika ketuban pecah di usia sebelum 18 minggu, anggota badan janin kemungkinan tidak berkembang secara normal

Segeralah ke RS untuk mendapatkan penanganan. Air ketuban dapat dikenali dengan ciri-ciri: warna bening atau ada bintik-bintik putih, disertai darah / lendir, tidak berbau.

7 comments

Lompat ke formulir komentar

  1. Slamat pg dok,sya mw tny.sya hmil 17mnggu n 2 mnggu yg lalu sya kluar cairan spt ketuban.n smpe hr nie sya mgeluarkan flek coklat,spt drah haid tp tdk bnyak…ap yg hrus sya lakukan dok…?!mksh

    1. Periksa Bu, normalnya gak keluar cairan

    • Amalia on 16 Januari 2018 at 21:31
    • Balas

    Dok, kehamilan saya skrg 35w. Td waktu saya sedang jalan tiba2 seperti ada yg keluar dr vagina, tp tdk banyak tdk sampai mengalir seperti air. Tdk disertai kontraksi. Tidak gatal, agak berbau amis. Itu air ketuban apa keputihan ya dok? Sy bingung cara membedakannya. Janin saya masih aktif, dan sementara skrg sy bnyk minum air putih dan berbaring. Kapan keadaan darurat sy hrs segera datang ke tenaga medis dok? Jadwal kontrol sy masih 1 minggu lagi..

    1. Saya email ya

        • Indri on 29 September 2018 at 17:24
        • Balas

        Dok sy mohon di email jg dgn kasus yg ini ya

    • ria on 20 Maret 2019 at 15:49
    • Balas

    selamat siang dok, saat ini saya sedang hamil 34 minggu, saya habs jatuh sabtu kemarin, tp akhir2 ini perut saya sering kenceng2 dan kadang sakit, apakah itu tidak apa2 kah dok, karena selama kehamilan anak ke 1 & 2 , saya tidak pernah merasakan perut kencang2 di usia kehamilan 8 bulan

    1. mungkin krn pergerakan janin, perut kembung atau ada gas berlebih dalam perut, kontraksi palsu atau kontraksi persalinan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.