Hamil Anggur

Ada seorang calon ibu tercengang, kehamilan yang diharapkan ternyata hanya tipuan. Kebahagiaan menjadi calon ibu hilang dalam sekejap, dan ternyata itu si ibu sedang mengalami hamil anggur.

Pada tulisan kali ini saya akan menberikan penjelasan tentang apa sih hamil anggur itu (mola hidatidosa), apa ciri-cirinya, dan juga apa penyebabnya.

Apa itu hamil anggur?

Hamil anggur (mola hidatidosa) adalah kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terjadi sebagai akibat dari kegagalan pembentukan bakal janin, sehingga terbentuklah jaringan permukaan membran (vili) yang mirip gerombolan anggur.

Hamil anggur adalah tumor jinak yang terbentuk dari trofoblas (sel bagian tepi sel telur) yang telah dibuahi. Tumor ini melekat di dinding rahim dan menjadi plasenta serta membran yang memberi makan hasil pembuahan. Jenis tumor ini dapat menjadi ganas.


Sumber gambar: women-info.com

Lalu, Apa penyebabnya?

Secara medis, hamil anggur dapat terjadi karena tidak adanya buah kehamilan (agenesis), atau adanya perubahan (degenerasi) sistem aliran darah terhadap buah kehamilan pada usia kehamilan minggu ke 3 sampai minggu ke 4.

Penyebab lainnya yaitu terus berlangsungnya aliran atau sirkulasi darah tanpa adanya bakal janin sehingga mengakibatkan peningkatan produksi cairan sel trofoblas.

Hamil anggur juga bisa disebabkan oleh adanya kelainan substansi kromsom seks.

Ciri-ciri Gejalanya apa ya Dok..?

Sebenarnya hamil anggur mirip seperti perempuan yang hamil normal, yaitu terlambat haid, mual-muntah, dan sebagainya. Pemeriksaan tes kehamilan juga memberikan hasil yang positif.

Namun yang membedakan adalah, pada hamil anggur tidak terdapat tanda-tanda gerakan janin, rahim tampak lebih besar dari usia kehamilan sebenarnya, dan keluarnya gelembung cairan yang mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan melalui vagina.

Melalui pemeriksaan radiologis atau rontgen tidak terlihat adanya tulang janin, melainkan sesuatu yang mirip sarang lebah atau badai salju. Dan juga, pemeriksaan USG akan menghasilkan gambaran mirip badai salju dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda denyut jantung janin. Pada hamil anggur, kadar HCG akan meningkat lebih tinggi daripada kadar HCG pada kehamilan normal.

Apakah Ada Faktor Resiko Hamil Anggur?

Terdapat beberapa faktor yang diduga bisa mempertinggi risiko seorang wanita untuk mengalami hamil anggur. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Usia ibu saat hamil. Risiko hamil anggur cenderung lebih tinggi untuk wanita yang hamil pada usia 40 tahun ke atas atau 20 tahun ke bawah.
  • Pernah mengalami hamil anggur sebelumnya.
  • Pernah keguguran.

Langkah Penanganan Hamil Anggur

Jika positif didiagnosis mengalami hamil anggur, dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani penanganan secepatnya. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Operasi pengangkatan jaringan abnormal pada hamil anggur merupakan metode penanganan utama yang umumnya disarankan. Langkah ini dapat dilakukan melalui beberapa prosedur yang meliputi:

  • Kuret.
  • Histerektomi atau pengangkatan rahim. Proses ini hanya dilakukan jika Anda tidak ingin memiliki keturunan lagi.

Setelah menjalani prosedur pengangkatan, dokter akan mengulangi pemeriksaan kadar hormon HCG. Pasien yang masih memiliki hormon HCG biasanya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Proses pemeriksaan HCG dilakukan tiap dua minggu selama setengah hingga satu tahun untuk memastikan tidak ada sel-sel abnormal yang kembali tumbuh dan memantau gejala-gejala dari penyakit trofoblastik. Sel-sel tersebut umumnya akan mati dalam rahim pada sebagian besar penderita. Tetapi jika terdapat indikasi dari penyakit trofoblastik, penderita akan membutuhkan penanganan melalui kemoterapi.

Selama menjalani proses pemantauan ini, pasien dianjurkan untuk menunda kehamilan. Sedangkan pasien yang menjalani kemoterapi umumnya akan kembali mengalami siklus menstruasi dalam setengah tahun setelah proses pengobatan selesai.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.