Hamil Di Luar Kandungan

Semua wanita bisa mengalami hamil di luar kandungan. Hamil di luar kandungan dalam ilmu medis disebut kehamilan ektopik. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi tumbuh di tempat yang salah. Kehamilan dikatakan normal apabila sel telur yang berhasil dibuahi bergerak dari saluran telur (tuba falopi) menuju ke rahim dan menempel di dindingnya. Namun sel telur justru tumbuh di luar rahim seperti di tuba falopi, rongga perut, ovarium atau leher rahim. Kondisi inilah yang disebut kehamilan di luar kandungan dan menimbulkan rasa sakit luar biasa. Bila tidak segera diatasi, saluran telur bisa pecah dan terjadilah pendarahan.


Sumber gambar: http://dfcmopen.com/item/ectopic-pregnancy-em-e-learning-module/

Apa penyebabnya?

Biasanya, hamil di luar kandungan terjadi karena kerusakan saluran telur (tuba falopi). Ini menyebabkan penyumbatan atau penyempitan saluran yang akhirnya menghambat telur mencapai tujuannya. Telur malah tertahan dan berkembang di saluran telur (tuba falopi). Bisa juga karena ibu hamil pernah terinfeksi, sehingga bagian tersebut terjadi penyempitan. Atau, adanya luka akibat operasi pada saluran telur. Bekas luka operasi ini bisa membuat saluran telur lengket atau menutup. Kehamilan di luar rahim ini juga disebabkan adanya endometriosis (jaringan yang mirip lapisan rahim yang ada di luar rahim) atau karena adanya kelainan bentuk dari saluran, semisal saluran sejak awal terpelintir.

Siapa yang beresiko mengalaminya?

Perempuan manapun bisa mengalami kehamilan di luar kandungan. Tapi, risikonya semakin meningkat pada mereka yang:

  • Mengidap penyakit radang panggul, akibat infeksi klamidia yang menular melalui hubungan seksual. Ini menyebabkan kerusakan saluran telur (tuba falopi).
  • Memiliki endometriosis tuba. Kondisi ini meningkatkan risiko luka dan perlengketan di saluran telur (tuba falopi).
  • Pernah mengalami pembedahan di bagian perut, misalnya operasi usus buntu atau operasi sesar.
  • Merokok. Sekitar 11 persen kehamilan ektopik disebabkan rokok.
  • Sudah pernah mengalami kehamilan ektopik. Pada perempuan yang memiliki riwayat ini, risikonya meningkat dari 1:100 menjadi 1:10 orang.
  • Hamil pada usia kurang subur (sudah cukup tua).

Apa gejala hamil di luar kandungan?

Biasanya, tanda-tanda awal kehamilan ektopik mirip dengan gejala menstruasi, seperti kram perut dan keluar sedikit darah. Anda bisa melakukan identifikasi lebih lanjut apabila muncul gejala-gejala, seperti:

  • Perbedaan warna darah. Darah yang keluar karena kehamilan ektopik biasanya berwarna lebih gelap atau lebih terang, juga lebih encer daripada biasanya.
  • Rasa nyeri yang hebat dan terus-menerus di satu sisi perut bagian bawah.

Bila kehamilan ektopik tidak terdeteksi sejak awal, maka ada kemungkinan saluran telur (tuba falopi) pecah karena terdesak oleh embrio yang semakin membesar. Gejala-gejalanya sebagai berikut:

  • Muncul rasa nyeri yang parah di seluruh bagian perut secara tiba-tiba.
  • Berkeringat, merasa pusing atau hampir pingsan, diare, atau ada darah dalam feses Anda.
  • Pingsan atau syok akibat pendarahan yang parah.
  • Nyeri pada bahu. Ini terjadi apabila pendarahan internal sampai mengganggu organ-organ lain.

Bila mengalami gejala-gejala di atas, apa yang harus dilakukan?

Secepatnya harus pergi ke rumah sakit untuk dirawat secara intensif oleh dokter. Lebih cepat Anda memeriksakan diri, risiko pendarahan parah akan semakin kecil. Setibanya di rumah sakit, Anda akan menjalani tes kehamilan, pemeriksaan panggul, dan ultrasound (USG) untuk melihat kondisi rahim dan saluran telur (tuba falopi).

Apakah dapat terulang di kehamilan berikutnya?

Risiko Anda kembali mengalami kehamilan ektopik adalah 10 persen. Namun jangan berpikir dari segi negatifnya. Dari segi positifnya, berarti kesempatan Anda untuk mendapatkan kehamilan normal adalah 90 persen.

Kesempatan ini tergantung dari kondisi sisa tuba yang Anda miliki serta jenis operasi yang Anda jalani ketika menangani kehamilan ektopik sebelumnya.

4 comments

Lompat ke formulir komentar

    • sri sunaryati on 29 Desember 2016 at 19:40
    • Balas

    dok sy selama ini udh 2x hamil di luar kandungan….oprasi yg k dua msih di saluran kanan krn dia nyangkut di bekas jahitan yg pertaman ……alhmdulillah sy msh ad harapan di saluran yg kiri…mohon masukannya dok agar tidak trulang kembali….baik itu td makanan..pakaian…dan yg lainnya……mksh

    1. Tidak ada kiat khusus Bu, berdoa saja minta yang terbaik

    • Tasya on 1 Maret 2021 at 00:00
    • Balas

    Malam Dokter, HPHT saya tgl 10 Jan 2021, saya melakukan testpack di tgl 6 Feb dan hasilnya garis dua namun samar. Saya melakukan usg transvaginal tgl 13 Feb, GS 0,78 GA 4W6D namun saya diinformasikan oleh dokter bahwa kantung lahir saya masih berada di tuba falupi sebelah kanan dan diminta untuk pantau nyeri. Beliau bilang seiring dgn pertambahan usia kehamilan, harapannya kantung lahir saya bisa bergerak rahim. Apakah memang memungkinkan dok? Karena saya khawatir ini kehamilan ektopik dan kalau memang tdk bisa dipertahankan seharusnya saya tdk diberikan obat penguat kandungan. Namun alhamdulillah sampai hari ini saya tdk ada keluhan nyeri namun 4 hari lalu saya keluar flek namun sedikit. Saya dijadwalkan check up lg tgl 13 maret.

    1. Kalau nyeri tidak berlanjut kemungkinan normal2 saja Bu, ditunggu hasil kontrol berikutnya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.