Janin Meninggal Dalam Kandungan

Kadang-kadang kita mendengar kasus bayi meninggal saat masih dalam kandungan. Sesungguhnya apa yang terjadi dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Baik … mari kita bahas di sini.

Penyebab

Kematian janin dalam kandungan secara garis besar bisa disebabkan oleh janinnya itu sendiri maupun dari pihak ibu.

Kasus-kasus yang disebabkan oleh janinnya itu sendiri diantaranya:

  • Masalah tali pusat
  • Masalah placenta
  • Masalah cairan ketuban

Kita jelaskan satu-persatu di sini.

Masalah tali pusat

1. Tali pusat melilit.

Dalam kondisi ini, tali pusat melingkar di tubuh bayi. Kasusnya bisa berat maupun ringan. Jika ringan, ibu masih bisa melahirkan normal. Namun jika berat dan terkunci bayi harus dikeluarkan lewat operasi.

2. Tali pusat terpilin atau tersimpul atau membentuk ikatan.

Dalam kondisi ini, bisa saja disebabkan tali pusat terlalu pendek atau sebab lainnya. Untuk tali pusat tersimpul, yang agak melegakan, kasus ini jarang terjadi. Namun jika terjadi, kejadiannya tidak bisa dideteksi atau tidak bisa diperkirakan sebelumnya, tiba-tiba dan akibatnya mematikan janinnya.

Dalam hitungan tidak sampai 10 menit, plasenta yang tidak bisa menyalurkan oksigen ke janin membuat janin meninggal dalam kandungan.

Masalah placenta

Karena fungsi vital dari plasenta yaitu penyalur makanan dan oksigen dari ibu ke janin, jika terjadi terlepasnya plasenta, maka fatal akibatnya bagi janin, dan mengakibatkan kematiannya.

Masalah cairan ketuban

Bila cairan ketuban kurang juga bisa berbahaya bagi janin.

 

Kasus-kasus yang disebabkan oleh ibunya diantaranya:

  • Ibunya menderita sindrom metabolisme, misal: kencing manis, darah tinggi
  • Ibunya mempunyai penyakit organ dalam yang vital, misal: ginjal, paru-paru, jantung
  • Ibunya terkena infeksi, misal: toksoplasmosis, rubela, herpes simpleks, tuberkulosis. Infeksi ini harus disembuhkan sebelum ibu berencana hamil.
  • Kehamilan daluwarsa

Jelas bahwa penyakit yang disebutkan di atas menyebabkan kerentanan baik di pihak ibu maupun janinnya.

Bagaimana Mengantisipasinya?

Jika umur kehamilan masih muda, gerakan janin kadang timbul tenggelam, dan itu masih dianggap normal.

Namun saat usia kandungan sudah 34 minggu atau lebih, ibu bisa merasakan dengan jelas gerakan janin. Dalam setiap jam, ibu harus memperhatikan (bahasa jawanya niteni) adanya gerakan janin ini.

Jika dalam 3 jam tidak ada gerakan janin sama sekali, ibu sebaiknya kontak dokter. Dokter akan memeriksa kondisi janin dengan alat USG untuk memastikan denyut jantung bayi masih ada.

Biasanya ibu baru datang ke dokter setelah merasa 1-2 hari bayinya tidak bergerak sama sekali. Di samping itu ibu merasa perutnya serasa dingin (bahasa jawanya anyep).

Di usia kandungan yang semakin tua, ibu harus banyak istirahat dan semakin sering kontrol.

Bila ibu bekerja, rencanakan mengambil cuti paling tidak 1 bulan sebelum perkiraan melahirkan. Di beberapa perusahaan, karyawan diharuskan cuti 1 bulan sebelum melahirkan, ini sangat baik dan mendukung kesehatan ibu hamil dan janinnya.

4 comments

Lompat ke formulir komentar

  1. Dok,apakah salah tidur juga bisa menyebabkan janin meninggal dlm kandungan ???? Karena banyak yg bilang orang hamil tidur nya harus miring ke kiri sedangkan saya kadang miring ke kanan atau terlentang dok,, bagaimana !!!!

    1. Tidak apa2 Bu

    • Nur Alfatihani on 16 Desember 2020 at 13:04

    Dok, maksudnya janin kadang timbul tenggelam bgm ya dok?
    Usia kandungan saya 19 Minggu, hamil pertama kali. Kadang ada hari dimana gerakan janin terasa kuat. Tapi besoknya seperti lebih lembut bahkan agak kurang terasa. Apakah normal sj dokter? Terima kasih banyak sebelumnya dok

    1. janin kadang gerak, kadang diam. Normal saja itu, tapi tetap waspada kalau lama gak gerak

Komentar telah dinon-aktifkan.