Hamil Anggur

Ada seorang calon ibu tercengang, kehamilan yang diharapkan ternyata hanya tipuan. Kebahagiaan menjadi calon ibu hilang dalam sekejap, dan ternyata itu si ibu sedang mengalami hamil anggur.

Pada tulisan kali ini saya akan menberikan penjelasan tentang apa sih hamil anggur itu (mola hidatidosa), apa ciri-cirinya, dan juga apa penyebabnya.

Apa itu hamil anggur?

Hamil anggur (mola hidatidosa) adalah kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terjadi sebagai akibat dari kegagalan pembentukan bakal janin, sehingga terbentuklah jaringan permukaan membran (vili) yang mirip gerombolan anggur.

Hamil anggur adalah tumor jinak yang terbentuk dari trofoblas (sel bagian tepi sel telur) yang telah dibuahi. Tumor ini melekat di dinding rahim dan menjadi plasenta serta membran yang memberi makan hasil pembuahan. Jenis tumor ini dapat menjadi ganas.


Sumber gambar: women-info.com

Lalu, Apa penyebabnya?

Secara medis, hamil anggur dapat terjadi karena tidak adanya buah kehamilan (agenesis), atau adanya perubahan (degenerasi) sistem aliran darah terhadap buah kehamilan pada usia kehamilan minggu ke 3 sampai minggu ke 4.

Penyebab lainnya yaitu terus berlangsungnya aliran atau sirkulasi darah tanpa adanya bakal janin sehingga mengakibatkan peningkatan produksi cairan sel trofoblas.

Hamil anggur juga bisa disebabkan oleh adanya kelainan substansi kromsom seks.

Ciri-ciri Gejalanya apa ya Dok..?

Sebenarnya hamil anggur mirip seperti perempuan yang hamil normal, yaitu terlambat haid, mual-muntah, dan sebagainya. Pemeriksaan tes kehamilan juga memberikan hasil yang positif.

Namun yang membedakan adalah, pada hamil anggur tidak terdapat tanda-tanda gerakan janin, rahim tampak lebih besar dari usia kehamilan sebenarnya, dan keluarnya gelembung cairan yang mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan melalui vagina.

Melalui pemeriksaan radiologis atau rontgen tidak terlihat adanya tulang janin, melainkan sesuatu yang mirip sarang lebah atau badai salju. Dan juga, pemeriksaan USG akan menghasilkan gambaran mirip badai salju dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda denyut jantung janin. Pada hamil anggur, kadar HCG akan meningkat lebih tinggi daripada kadar HCG pada kehamilan normal.

Apakah Ada Faktor Resiko Hamil Anggur?

Terdapat beberapa faktor yang diduga bisa mempertinggi risiko seorang wanita untuk mengalami hamil anggur. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Usia ibu saat hamil. Risiko hamil anggur cenderung lebih tinggi untuk wanita yang hamil pada usia 40 tahun ke atas atau 20 tahun ke bawah.
  • Pernah mengalami hamil anggur sebelumnya.
  • Pernah keguguran.

Langkah Penanganan Hamil Anggur

Jika positif didiagnosis mengalami hamil anggur, dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani penanganan secepatnya. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Operasi pengangkatan jaringan abnormal pada hamil anggur merupakan metode penanganan utama yang umumnya disarankan. Langkah ini dapat dilakukan melalui beberapa prosedur yang meliputi:

  • Kuret.
  • Histerektomi atau pengangkatan rahim. Proses ini hanya dilakukan jika Anda tidak ingin memiliki keturunan lagi.

Setelah menjalani prosedur pengangkatan, dokter akan mengulangi pemeriksaan kadar hormon HCG. Pasien yang masih memiliki hormon HCG biasanya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Proses pemeriksaan HCG dilakukan tiap dua minggu selama setengah hingga satu tahun untuk memastikan tidak ada sel-sel abnormal yang kembali tumbuh dan memantau gejala-gejala dari penyakit trofoblastik. Sel-sel tersebut umumnya akan mati dalam rahim pada sebagian besar penderita. Tetapi jika terdapat indikasi dari penyakit trofoblastik, penderita akan membutuhkan penanganan melalui kemoterapi.

Selama menjalani proses pemantauan ini, pasien dianjurkan untuk menunda kehamilan. Sedangkan pasien yang menjalani kemoterapi umumnya akan kembali mengalami siklus menstruasi dalam setengah tahun setelah proses pengobatan selesai.

Hamil Di Luar Kandungan

Semua wanita bisa mengalami hamil di luar kandungan. Hamil di luar kandungan dalam ilmu medis disebut kehamilan ektopik. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi tumbuh di tempat yang salah. Kehamilan dikatakan normal apabila sel telur yang berhasil dibuahi bergerak dari saluran telur (tuba falopi) menuju ke rahim dan menempel di dindingnya. Namun sel telur justru tumbuh di luar rahim seperti di tuba falopi, rongga perut, ovarium atau leher rahim. Kondisi inilah yang disebut kehamilan di luar kandungan dan menimbulkan rasa sakit luar biasa. Bila tidak segera diatasi, saluran telur bisa pecah dan terjadilah pendarahan.


Sumber gambar: http://dfcmopen.com/item/ectopic-pregnancy-em-e-learning-module/

Apa penyebabnya?

Biasanya, hamil di luar kandungan terjadi karena kerusakan saluran telur (tuba falopi). Ini menyebabkan penyumbatan atau penyempitan saluran yang akhirnya menghambat telur mencapai tujuannya. Telur malah tertahan dan berkembang di saluran telur (tuba falopi). Bisa juga karena ibu hamil pernah terinfeksi, sehingga bagian tersebut terjadi penyempitan. Atau, adanya luka akibat operasi pada saluran telur. Bekas luka operasi ini bisa membuat saluran telur lengket atau menutup. Kehamilan di luar rahim ini juga disebabkan adanya endometriosis (jaringan yang mirip lapisan rahim yang ada di luar rahim) atau karena adanya kelainan bentuk dari saluran, semisal saluran sejak awal terpelintir.

Siapa yang beresiko mengalaminya?

Perempuan manapun bisa mengalami kehamilan di luar kandungan. Tapi, risikonya semakin meningkat pada mereka yang:

  • Mengidap penyakit radang panggul, akibat infeksi klamidia yang menular melalui hubungan seksual. Ini menyebabkan kerusakan saluran telur (tuba falopi).
  • Memiliki endometriosis tuba. Kondisi ini meningkatkan risiko luka dan perlengketan di saluran telur (tuba falopi).
  • Pernah mengalami pembedahan di bagian perut, misalnya operasi usus buntu atau operasi sesar.
  • Merokok. Sekitar 11 persen kehamilan ektopik disebabkan rokok.
  • Sudah pernah mengalami kehamilan ektopik. Pada perempuan yang memiliki riwayat ini, risikonya meningkat dari 1:100 menjadi 1:10 orang.
  • Hamil pada usia kurang subur (sudah cukup tua).

Apa gejala hamil di luar kandungan?

Biasanya, tanda-tanda awal kehamilan ektopik mirip dengan gejala menstruasi, seperti kram perut dan keluar sedikit darah. Anda bisa melakukan identifikasi lebih lanjut apabila muncul gejala-gejala, seperti:

  • Perbedaan warna darah. Darah yang keluar karena kehamilan ektopik biasanya berwarna lebih gelap atau lebih terang, juga lebih encer daripada biasanya.
  • Rasa nyeri yang hebat dan terus-menerus di satu sisi perut bagian bawah.

Bila kehamilan ektopik tidak terdeteksi sejak awal, maka ada kemungkinan saluran telur (tuba falopi) pecah karena terdesak oleh embrio yang semakin membesar. Gejala-gejalanya sebagai berikut:

  • Muncul rasa nyeri yang parah di seluruh bagian perut secara tiba-tiba.
  • Berkeringat, merasa pusing atau hampir pingsan, diare, atau ada darah dalam feses Anda.
  • Pingsan atau syok akibat pendarahan yang parah.
  • Nyeri pada bahu. Ini terjadi apabila pendarahan internal sampai mengganggu organ-organ lain.

Bila mengalami gejala-gejala di atas, apa yang harus dilakukan?

Secepatnya harus pergi ke rumah sakit untuk dirawat secara intensif oleh dokter. Lebih cepat Anda memeriksakan diri, risiko pendarahan parah akan semakin kecil. Setibanya di rumah sakit, Anda akan menjalani tes kehamilan, pemeriksaan panggul, dan ultrasound (USG) untuk melihat kondisi rahim dan saluran telur (tuba falopi).

Apakah dapat terulang di kehamilan berikutnya?

Risiko Anda kembali mengalami kehamilan ektopik adalah 10 persen. Namun jangan berpikir dari segi negatifnya. Dari segi positifnya, berarti kesempatan Anda untuk mendapatkan kehamilan normal adalah 90 persen.

Kesempatan ini tergantung dari kondisi sisa tuba yang Anda miliki serta jenis operasi yang Anda jalani ketika menangani kehamilan ektopik sebelumnya.

Keguguran Berkali-Kali??? Mungkin Uterus Bicornis

Dari judulnya sudah diketahui bahwa ini hanyalah salah satu kemungkinan dari penyebab kasus keguguran berulang, jadi ada penyebab lainnya.

Yang dimaksud keguguran berulang adalah apabila ibu mengalami keguguran pada trimester pertama dalam 3 kali kehamilan secara berturut-turut.

Hal lain yang bisa diakibatkan dari uterus bicornis adalah sulit hamil.

Nah … sekarang kembali ke uterus bicornis. Yang dimaksud uterus bicornis adalah keadaan dimana bentuk rahim dimana tempat janin berkembang bentuknya ada 2. Atau gampangnya rahimnya ada 2 dan terpisah satu dengan lainnya.

Bagaimana Kejadiannya

Kejadiannya pada saat si wanita, saat masih janin (masih dalam kandungan). Ini terjadi karena proses penyatuan rahim, pada saat pembentukan rahim, tidak sempurna. Dengan kata lain ini adalah kelainan bawaan.

Gejala Dan Keluhan

Wanita tidak merasakan keluhan apa-apa walau mengalami uterus bicornis. Haid seperti biasa, haid juga tidak sakit. Tahunya nanti kalau si wanita hamil.

Penyebabnya

Tidak diketahui secara pasti. Diduga karena kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Untungnya tingkat kejadiannya sangat jarang, menurut statistik hanya 0,1%, atau 1 dari 1000 kejadian.

Macamnya

Uterus bicornis terbagi menjadi 2 macam:

  1. Uterus bicornis unicolis: keadaan dimana ada 2 rahim yang terpisah kanan dan kiri, cervix / leher rahim tetap 1
  2. Uterus bicornis bicolis: keadaan dimana ada 2 rahim yang terpisah kanan dan kiri, namun cervix / leher rahim juga ada 2, baik liang vagina hanya 1 ataupun ada 2

Gambarnya

Di bawah disajikan contoh USG dari uterus bicornis.


Gambar Uterus Bicornus
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ytP_GLWsd98

Bagaimana Menyembuhkannya

Selama tidak menimbulkan keluhan atau gangguan, kondisi ini tidak perlu dikoreksi. Namun bila menyebabkan gangguan, bisa dilakukan koreksi dengan operasi untuk memperbaiki sekatnya.

Kandungan Lemah

Apa kabar? Semoga Anda dan keluarga semua sehat ya…

Kali ini kita akan membahas tentang kandungan lemah.

Dalam dunia medis, kandungan lemah adalah adanya gangguan pada leher rahim (serviks) yang disebut dengan inkompetensi serviks. Tanda­-tandanya berupa adanya pendarahan / flek­-flek pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu.

Angka kejadian keguguran spontan ini dilaporkan antara 8 – 20 persen pada wanita yang belum pernah punya anak sebelumnya, dan menurun sekitar 5 persen pada wanita yang sudah pernah punya anak. Setelah kehamilan lebih dari 15 minggu, angka kejadian menurun hingga sekitar 0,6 persen.

Penyebab keguguran spontan lebih dari 50% adalah karena kelainan kromosom janin (cacat bawaan), sehingga keguguran spontan dianggap sebagai proses quality control kehamilan, apabila kurang baik akan dikeluarkan. Sehingga tidak banyak anak lahir dengan kelainan kongenital.

Hingga saat ini belum ada makanan yang dapat membantu untuk menguatkan kandungan. Bumil diberikan obat­-obat hormonal yang dikatakan sebagai penguat kandungan. Apabila sudah diberikan obat ini dan tetap keguguran, maka kemungkinan besar (> 50%) karena kelainan janin.

Berikut beberapa kemungkinan penyebab kandungan lemah:

  1. Akibat faktor bawaan atau keturunan
  2. Proses kuret yang membuat trauma sehingga menghasilkan efek samping pelemahan serviks
  3. Penyakit kolagen (di mulut rahim ada zat kolagen dan ini salah satu faktor risikonya)
  4. Akibat adanya infeksi dari luar rahim.

Sebenarnya kalau 1-2 kali keguguran itu masih bisa dianggap normal, tapi kalau kegugurannya terjadi sebanyak 3 kali secara berturut-turut maka harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebab dari keguguran tersebut.

Pemeriksaan yang dilakukan bisa berupa tes darah dari kedua orangtua untuk melihat kromosomnya atau bisa juga menjalani pemeriksaan ACA (anticardiolipin) yaitu pemeriksaan kekentalan darah. Jika sang calon ibu terkena sindrom ACA, maka darahnya akan cepat mengental yang mengakibatkan aliran darah ke janin terhambat sehingga janin kekurangan zat gizi dan oksigen.

Penyebab keguguran yang paling besar adalah akibat kelainan kromosom yang disebabkan oleh orangtuanya yaitu sekitar 60%. Kelainan ini disebabkan karena saat proses pembuahan tersebut sel telur atau spermanya tidak bagus. Faktor risiko untuk kelainan kromosom ini terjadi pada perempuan di atas usia 35 tahun dan laki-laki diatas usia 55 tahun. Sedangkan penyebab keguguran lainnya adalah adanya infeksi yang terjadi saat usia kehamilan masih muda, kasusnya sekitar 20-30 persen.

“Untuk mencegah keguguran, ibu hamil harus istirahat cukup. Jika mengalami flek sebaiknya ibu hamil istirahat total di rumah saja”. Jika penyebab keguguran sudah diketahui dan bisa diobati dengan baik, maka ibu tersebut boleh hamil lagi asalkan sudah selesai masa nifas dan fungsi reproduksi bekerja dengan baik kembali.

Kapan Janin Bisa Terlihat USG?


Sumber Foto: www.insideradiology.com.au

Saat mendapati kabar baik bahwa sang istri dinyatakan positif hamil, pastinya banyak sekali suami istri yang penasaran ingin segera mengintip jabang bayinya dengan melakukan USG.

Nah pertanyaannya … Pada usia kehamilan berapa minggu janin bisa terlihat di USG?

Dari pengalaman-pengalaman para bumil, rata-rata mereka dapat melihat kantung janin pada alat USG pada minggu ke-4 atau ke-5. Bahkan sebagian lagi baru bisa terlihat pada minggu ke-7. Jika pada minggu ke-9 belum juga terlihat pada USG, ada kemungkinan bumil mengalami BO atau kehamilan kosong.

USG sudah bisa mendeteksi bayi dari usia 4 minggu tentunya dengan gambaran yang sangat kecil dan harus menggunakan probe atau alat pembangkit dan penerima gelombang suara yang ditempelkan ke tubuh manusia di dalam vagina (Transvaginal USG).

Pada prinsipnya USG abdominal (dari perut) bisa mendeteksi bayi sejak usia kehamilan 6 atau 7 minggu dan USG pervaginam hingga 4 minggu.

Lebih lanjut, USG bisa menjelajahi seluruh bagian perut. Nah, prosedur USG Abdomen untuk melihat janin dibawah usia kehamilan 16 minggu dibutuhkan kandung kencing yang penuh, supaya terbentuk acoustic windows (area konduktifitas gelombang suara).

Tujuannya, agar dapat melihat secara jelas struktur di bawahnya, yaitu rahim. Sedangkan, USG transvaginal justru dibutuhkan kandung kencing yang kosong sehingga tidak mengganggu pemeriksaan dari vagina.

Oleh karena itu, baik ibu hamil atau wanita tidak hamil diminta untuk minum banyak dan menahan kencing sebelum dilakukan pemeriksaan USG Abdomen .

Pada usia 12 minggu, ibu hamil sudah bisa melihat janin secara utuh termasuk melihat kepala, kaki dan tangannya.
Dan ketika sudah berusia 16 minggu, ari-ari sudah mulai terbentuk sempurna, janin pun terlihat lebih jelas, dan terkadang jenis kelamin sudah terlihat. Tapi tergantung posisi janin, apabila menutupi kelamin, tentu tidak akan terlihat.

Kehamilan Dengan Polip Cervix

Sumber gambar : www.drugs.com

Kali ini akan dibahas tentang gejala polip serviks dan bagaimana cara pencegahannya.

Baiklah, langsung saja kita bahas satu persatu.

Apa itu Polip Serviks?

Sebenarnya polip serviks, polip rahim, ataupun polip uterus adalah hal yang sama. Polip serviks ataupun polip rahim adalah penyakit yang timbul akibat adanya pertumbuhan tidak normal pada jaringan didalam rahim. Pertumbuhan jaringan ini akan membentuk suatu benjolan yang apabila dibiarkan, benjolan tersebut berkembang menjadi seperti buah cerry. Benjolan ini dapat dikatakan sebagai jenis dari tumor jinak.

Penyebab Polip Serviks

Penyebab pasti polip rahim belum diketahui, tetapi fluktuasi kadar hormon menjadi salah satu faktor risiko. Dalam hal ini, estrogen yang memiliki efek menyebabkan penebalan endometrium setiap bulan, juga sepertinya terkait dengan pertumbuhan polip rahim.

Wanita yang berusia antara 40 dan 50 tahun lebih mungkin terkena polip rahim dibandingkan dengan wanita yang lebih muda. Penyakit ini dapat terjadi pada usia setelah menopause, tetapi jarang terjadi pada wanita yang berusia di bawah 20 tahun.

Faktor risiko lain penyebab polip rahim yaitu kelebihan berat badan atau obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi) atau pengguna obat tamoxifen yang merupakan obat kanker payudara.

Bagaimana kalau polip serviks terjadi pada wanita hamil?

Polip pada serviks (leher rahim) yang terjadi pada masa kehamilan memang mudah sekali menyebabkan perdarahan. Karena jaringan yang tumbuh tersebut mengandung lebih banyak pembuluh darah dan kondisinya lebih rapuh. Bila terjadi gesekan atau infeksi pada polip, biasanya akan muncul bercak darah di sela-sela masa menstruasi.

Umumnya, polip tidak perlu diangkat karena dianggap tidak berbahaya. Namun, jika harus diangkat, bisa dilakukan dengan tindakan kuret, yang sebenarnya malah berisiko, karena dapat menimbulkan perdarahan yang sulit diatasi.

Polip biasanya akan lepas dan hilang bersamaan dengan proses persalinan. Agar tidak terjadi perdarahan lebih lanjut, sebaiknya Anda dan suami tidak melakukan hubungan seksual terlebih dulu.

Polip serviks yang tidak menimbulkan keluhan seperti perdarahan dan tidak ada infeksi bisa dibiarkan saja dulu sampai saat persalinan, baru dilakukan pengangkatan polip.

Sebenarnya polip serviks dalam kehamilan adalah kasus yang sangat jarang ditemukan. Karena biasanya sebelum terjadi kehamilan, polip ini sudah terdeteksi dengan gejala perdarahan paska senggama.

Diagnosis

Diagnosis polip rahim dapat dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan secara langsung yang berupa mengorek lapisan rahim, kemudian diperiksa di laboratorium di bawah mikroskop. Teknik diagnosa lainnya termasuk hysterogram (Ronsen rahim) dan histeroskopi (melihat dengan kamera serat optik).

Pengobatan Polip Rahim

Pengobatan mungkin tidak diperlukan jika polip tidak menimbulkan masalah apapun. Namun, polip harus ditangani jika telah menimbulkan masalah seperti pendarahan berat selama periode menstruasi, atau jika mereka diduga menjadi prakanker atau kanker rahim.

Penanganan juga diperlukan jika telah menyebabkan masalah selama kehamilan, seperti keguguran, atau mengakibatkan infertilitas pada wanita yang ingin hamil, dan polip rahim yang ditemukan setelah menopause.

Metode pengobatan polip rahim meliputi:

  • Obat. Obat polip rahim membantu mengatur keseimbangan hormonal, seperti progestin. Obat ini dapat membantu meringankan gejala, sehingga biasanya gejala akan kembali ketika obat dihentikan.
  • Histeroskopi. Selain dipakai sebagai alat diagnostik histeroskopi juga dapat digunakan sebagai metode pengobatan. Jadi ketika alat itu dimasukkan ke dalam rahim dan ketika terlihat adanya polip, maka langsung dilakukan pengangkatan.
  • Kuretase. Ini juga sama seperti di atas, bahkan terapi bisa dikombinasikan. Teknik kuretase ini efektif untuk polip kecil.

Visualisasi Ovulasi

Sumber Video: https://youtu.be/WGJsrGmWeKE

Apakah Itu Ovulasi?

Dari penjelasan video diatas, mari kita pelajari prosesnya satu persatu.

Yang pertama yaitu Proses Ovulasi

Di dalam setiap ovarium terjadi perkembangan sel telur (oogenesis). Di dalam proses ini sel telur akan disertai dengan suatu kelompok sel yang disebut sel folikel. Pada manusia, perkembangan oogenesis dari oogonium menjadi oosit terjadi pada embrio dalam kandungan dan oosit tidak akan berkembang menjadi ovum sampai dimulainya masa pubertas. Pada masa pubertas, ovum yang sudah matang akan dilepaskan dari sel folikel dan dikeluarkan dari ovarium. Proses pelepasan dari ovarium disebut ovulasi. Sel ovum siap untuk dibuahi oleh sel spermatozoa dari pria, yang apaabila berhasil bergabung akan membentuk zigot.

Ovarium berfungsi mengeluarkan hormon steroid dan peptida seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini penting dalam proses pubertas wanita dan ciri-ciri seks sekunder. Estrogen dan progesteron berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang telah dibuahi. Selain itu juga berperan dalam memberikan sinyal kepada kelenjar hipotalamus dan pituitari dalam mengatur sikuls menstruasi.

Setelah sel telur diovulasikan, maka akan masuk ke tuba fallopi dan bergerak pelan menuju rahim. Jika dibuahi oleh sperma di (tuba fallopi), sel telur akan melakukan implantasi pada dinding uterus dan brkembang menjadi sebuah proses kehamilan. Jika pembuahan tidak terjadi di tuba fallopi, maka dapat terjadi kehamilan ektopik, di mana kehamilan tidak terjadi di rahim. Perkembangan janin pada kehamilan ektopik, dapat terjadi di tuba fallopi sendiri, bibir rahim, bahkan ovarium.

Selanjutnya, Proses Fertilisasi

ProsesFertilisasiyaitu peleburan antara sel sperma dengan sel ovum yang telah matang dan menghasilkan zygote. Zygote akan menempel/implantasi pada dinding uterus dan tumbuh berkembang menjadi embrio dan janin. Keadaan demikian disebut dengan masa kehamilan/gestasi/nidasi. Janin akan keluar dari uterus setelah berusia 40 minggu/288 hari/9 bulan 10 hari. Peristiwa ini disebut dengan kelahiran.

Tahapan waktu dalam fertilisasi :

  1. Beberapa jam setelah fertilisasi zygote akan membelah secara mitosis menjadi 2 sel, 4, 8, 16 sel.
  2. Pada hari ke-3 atau ke-4 terbentuk kelompok sel yang disebut morula. Morula akan berkembang menjadi blastula. Rongga balstosoel berisi cairan dari tuba fallopi dan membentuk blastosit. Lapisan dalam balstosit membentuk inner cell mass. Blastosit dilapisi oleh throhpoblast (lapisan terluar blastosit) yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni/plasenta/ari-ari. Blastosit akan bergerak menuju uterus dengan waktu 3-4 hari.
  3. Pada hari ke-6 setelah fertilisasi throphoblast akan menempel pada dinding uterus/proses implantasi dan akan mengeluarkan hormone HCG (hormone Chorionik gonadotrophin). Hormon ini melindungi kehamilan dengan menstimulasi produksi hormone progesteron dan estrogen sehingga mencegah menstruasi.
  4. Pada hari ke-12 setelah fertilisasi embrio telah kuat menempel pada dinding uterus.
  5. Dilanjutkan dengan fase gastrula, yaitu hari ke-21 palsenta akan terus berkembang dari throphoblast. Mulai terbentuk 3 lapisan dinding embrio. Lapisan dinding embrio inilah yang akan berdiferensisai menjadi organ-organ tubuh. Organ tubuh aka berkembang semakin sempurna seiring bertambahnya usia kandungan.
  6. Progesteron dan estrogen, merupakan hormone yang berperanan dalam masa kehamilan 3-4 bulan pertama masa kehamilan. Setelah itu fungsinya diambil alih oleh plasenta. Hormone estrogen makin banyak dihasilkan seiring dengan bertambahnya usia kandungan karena fungsinya yang merangsang kontraksi uterus. Sedangkan hormone progesterone semakin sedikit karena fungsinya yang menghambat kontraksi uterus.
  7. Prolaktin merupakan hormone yang disekresikan oleh plasenta dan berfungsi untuk memacu glandula mamae untuk memproduksi air susu. Serta untuk mengatur metabolisme tubuh ibu agar janin (fetus) tetap mendapatkan nutrisi.
  8. HCG (Hormone Chorionic Gonadotrophin) merupakan hormone untuk mendeteksi adanya kehamilan. Bekerja padahari ke-8 hingga minggu ke-8 pada masa kehamilan. Hormon ini ditemukan pada urine wania pada uji kehamilan.
  9. Hormon oksitosin merupakan hormone yang berperan dalam kontraksi uterus menjelang persalianan.

Lalu Selanjutnya Proses Implantasi

Pada akhir minggu pertama (hari ke-5 sampai hari ke-7) zigot mencapai cavum uteri.

Pada saat itu uterus sedang berada dalam fase sekresi lender dibawah pengaruh progesterone dari korpus luteum yang masih aktif. Sehingga lapisan endometrium dinding rahim menjadi kaya pembuluh darah dan banyak muara kelenjar selaput rahim yang terbuka dan aktif.

Kontak antara zigot stadium blastokista dengan dinding rahim pada keadaan tersebut akan mencetuskan berbagai reaksi seluler, sehingga sel-sel trofobas zigot tersebut dapat menempel dan mengadakan infiltrasi pada lapisan epitel endometrium uterus (terjadi implantasi).

Yang terakhir adalah Proses Embryogenesis

Pembelahan/perkembangan awal embrio

Zigot mulai menjalani pembelahan awal mitosis sampai beberapa kali. Sel-sel yang dihasilkan dari setiap pembelahan berukuran lebih kecil dari ukuran induknya, disebut blastomer.

Sesudah 3-4 kali pembelahan, zigot memasuki tingkat 16 sel, disebut stadium morula (kira-kira pada hari ke-3 sampai ke-4 pascafertilisasi). Morula terdiri dari inner cell mass ( kumpulan sel-sel di sebalah dalam, yang akan tumbuh jaringan-jaringan embrio sampai janin) dan outer cell mass (lapisan sel disebelah luar, yang akan tumbuh menjadi trofoblaskira-kira pada hari ke-5 sampai ke-6, dirongga sela-sela inner cell mass merembaes cairan menembus zona pellucida, membentuk ruang antar sel. Ruang antar sel ini kemudian bersatu dan memenuhi sebagian besar massa zigot membentuk rongga blastokista. Inner cell mass tetap berkumpul di salah satu sisi, tetap berbatasan dengan lapisan sel luar. Pada stadium ini zigot disebut berada dalam stadium blastula atau pembentukan blastokista.

Inner cell kemudian disebut sebagai embrioblas, dan outer cell mass kemudian disebut sebagai trofoblas.

Ngidam

Sumber gambar: loexie.wordpress.com

Pada saat Anda sedang hamil, pernahkah Anda merasa sangat ingin makan sesuatu? Seperti makanan yang manis-manis, berminyak, pedas, atau bahkan yang renyah.

Mengapa Ibu Hamil Bisa Ngidam?

Menurut para ilmuwan, ngidam sebenarnya terjadi karena adanya pengaruh hormon. Saat hamil wanita merasakan hal serupa ketika mereka tengah haid, menginginkan sesuatu yang disebabkan pengaruh hormon.

Sedikit mengintip kebiasaan ngidam di negara lain, survei menyebutkan sekitar 40% bumil di Amerika ngidam makanan-makanan manis. Sementara 33% lainnya memilih makanan ringan yang asin, 17% memfavoritkan makanan Meksiko atau masakan pedas lainnya, dan 10% sisanya ngidam buah-buahan seperti citrus, apel hijau, kue tart, atau makanan-makanan asam.

Bagaimana cara mengatasi ngidam?

Ngidam saat hamil cukup merepotkan bagi orang­orang terdekat. Meski demikian, orang-­orang terdekat seperti suami sebaiknya memahami kondisi ini mengingat hormon dalam tubuh istri yang sedang ngidam cenderung kurang stabil. Oleh karena itu, memahami dan melakukan hal yang diinginkan oleh istri tersebut mungkin bisa menjadi hal yang harus dilakukan.

Untuk meredam keinginan yang begitu kuat saat ngidam, Anda bisa melakukan beberapa hal yang dapat mengalihkan perhatian Anda. Lakukan kegiatan yang bermanfaat dan tidak membosankan. Contohnya Anda bisa berjalan­-jalan keluar rumah, membaca buku atau melakukan hobi yang tidak membahayakan kondisi janin Anda. Melakukan hal-­hal tersebut bisa mengalihkan pikiran Anda dari ngidam yang aneh­-aneh. Disamping itu, Anda juga perlu mengetahui kapan Anda membutuhkan suasana yang cukup tenang dan kapan Anda membutuhkan teman untuk bicara.

Bayi Terlilit Tali Pusat, Bahayakah?


Sumber gambar: id.wikipedia.org

Mungkin Anda pernah mendengar orang-orang mengatakan jika bayi yang terlilit tali pusat dapat mengakibatkan kematian.

Tapi, apakah benar seperti itu?

Faktanya, banyak dokter yang mengatakan bahwa lilitan tali pusat sebenarnya tidak terlalu membahayakan bayi. Lilitan tali pusat bisa menjadi bahaya, ketika pada saat memasuki proses persalinan, terjadi kontraksi rahim dan posisi kepala janin mulai turun memasuki saluran persalinan.

Mari kita bahas satu persatu mulai dari mengenali tanda-tandanya.

Tanda-Tanda Bayi yang Terlilit Tali Pusat

  • Bisanya terjadi pada bayi dengan usia kehamilan lebih dari 34 minggu, namun bagian terendah janin (kepala atau bokong) belum memasuki pintu atas panggul, maka perlu dicurigai adanya lilitan tali pusat.
  • Letak janin sungsang atau lintang yang menetap meskipun telah dilakukan usaha untuk memutar janin (Versi luar / knee chest position) perlu dicurigai pula adanya lilitan tali pusat.
  • Ditemukan tanda penurunan detak jantung janin di bawah normal, terutama pada saat kontraksi rahim.

Apa Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusat ?

Penyebab yang pertama yaitu, sebelum 8 bulan usia kehamilan umumnya kepala janin belum memasuki bagian atas panggul. Pada saat itu ukuran bayi relatif masih kecil dan jumlah air ketuban banyak sehingga memungkinkan bayi terlilit tali pusat. Pada kehamilan kembar dan air ketuban berlebihan atau polihidramnion kemungkinan bayi terlilit tali pusat akan semakin meningkat.

Kedua, tali pusat yang panjang dapat menyebabkan bayi terlilit. Panjang tali pusat bayi rata-rata 50 sampai 60 cm. Namun tiap bayi mempunyai panjang tali pusat berbeda-beda. Dikatakan panjang jika melebihi 100 cm dan dikatakan pendek jika panjangnya kurang dari 30 cm.

Mungkinkah bayi yang terlilit tali pusat bisa meninggal?

Jika terdapat puntiran tali pusat yang berulang-ulang ke satu arah, bisa mengakibatkan arus darah dari ibu ke janin melalui tali pusat tersumbat total. Bisa saja janin mengalami kekurangan oksigen. Ini biasanya terjadi pada trimester pertama atau kedua. Karena dalam usia kehamilan tersebut umumnya bayi masih bergerak dengan bebas.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Langkah pertama yaitu dengan memberikan oksigen pada ibu dalam posisi miring. Namun, bila persalinan masih akan berlangsung lama dan detak jantung janin semakin lambat (bradikardia), persalinan harus segera dilakukan dengan operasi caesar.

Untuk pencegahan, lakukan pemeriksaan teratur dengan bantuan USG untuk melihat apakah ada gambaran tali pusat di sekitar leher. Namun, tidak dapat dipastikan sepenuhnya bahwa tali pusat tersebut melilit leher janin atau tidak. Apalagi untuk menilai erat atau tidaknya lilitan. Namun, dengan USG berwarna (collor dopper) atau USG 3 atau 4 dimensi, Anda dapat lebih memastikan tali pusat tersebut melilit atau tidak di leher janin, serta menilai erat tidaknya lilitan tersebut.

Senam Hamil, Bermanfaatkah?


Sumber gambar: blog.yasabe.com

Seperti yang Anda tahu, saat ini lagi trend senam khusus di kalangan ibu-ibu hamil. Namun, apakah senam hamil memang benar-benar bermanfaat atau tidak? Atau mungkin Anda akan bertanya seperti ini: “Apakah senam ini aman? Atau justru beresiko buat bayi?”

Yuk mari kita baca sampai selesai.

Apa sih senam hamil itu?

Senam hamil sebenarnya mengembangkan gerakan senam kegel yang ditemukan oleh Dokter Arnold Kegel. Dr Arnold Kegel adalah dokter penyakit kandungan dan juga kebidanan di Los Angeles. Dokter ini menemukan senam kegel pada tahun 1950.

Saat menangani pasien, Dr. Kegel sering menemukan ibu hamil yang sedang menghadapi persalinan tidak bisa menahan air kencingnya alias ngompol di celana. Dokter ini pun kemudian menciptakan senam kegel yang membantu ibu hamil dalam menghadapi persalinan.

Setelah itu, senam ibu hamil dikenal luas di dunia begitu pula di Indonesia. Gerakan inti dari senam ibu hamil mengambil inti dari gerakan senam kegel yang ditemukan oleh Dr. Arnold Kegel.

Sebenarnya senam hamil itu adalah jenis olahraga yang ringan untuk ibu hamil, olahraga ini bisa dilakukan untuk ibu hamil yang usia kandungannya di atas 6 bulan. Usia kandungan di bawah 6 bulan sebaiknya tidak melakukan senam ini. Senam tersebut bertujuan untuk membuat ibu hamil siap dan melancarkan persalinannya kelak.

Gerakan-gerakan senam yang ada di dalam senam hamil telah disesuaikan dengan kondisi ibu hamil yang tidak bisa menerima olahraga menggunakan fisik yang berat, sehingga gerakan senam ibu hamil cenderung lemah dan ringan.

Ada jenis kehamilan yang tidak boleh melakukan senam meski usia kandungannya sudah 6 bulan ke atas. Ibu hamil yang tidak boleh senam adalah ibu hamil dengan mulut rahim yang lemah, kandungan lemah, kandungan banyak ketuban dan dinding rahim lemah. Alasan tidak boleh melakukan senam hamil karena senam hamil takutnya bisa membahayakan kandungannya dan menimbulkan pendarahan. Maka dari itu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan doketer kandungan Anda sebelum melakukan senam ini.

Nah, Apa saja manfaat senam hamil?

Faktanya, masih banyak ibu hamil yang tidak mengetahui manfaat senam hamil. Sehingga mereka akan merasa malas untuk melakukannya. Sebelum melakukannya, sebaiknya ibu hamil mengetahui berapa banyak manfaat yang akan ibu hamil dapatkan jika melakukan senam hamil tersebut. Masih banyak ibu hamil yang salah kaprah, senam tidak boleh dilakukan karena bisa membahayakan janin, membuat tubuh menjadi capek dan masih banyak anggapan salah lainnya.

Sebelum Anda berprasangka negatif, mari kita bahas apa saja yang menjadi manfaat senam ibu hamil:

  • Menjaga Kehamilan. Senam hamil bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kehamilan. Saat senam, Anda akan diajarkan bagaimana caranya untuk belajar dalam melatih berbagai otot tertentu. Misalnya saja otot perut, otot paha dan otot panggul. Semakin sering otot itu dilatih maka semakin sehat pula kondisi kesehatan Anda.
  • Membuat Pikiran Jadi Rileks. Senam hamil yang Anda lakukan bisa membuat Anda merasa rileks baik pikiran maupun raga. Ibu hamil yang sering melakukan senam akan lebih tenang saat menghadapi persalinan. Tidak hanya itu saja, relaksasi dalam gerakan senam bisa membuat Anda tidur nyenyak.
  • Melancarkan Persalinan. Senam hamil bisa melancarkan persalinan. Kenapa? karena saat senam, Anda akan melatih otot yang bermanfaat untuk melancarkan persalinan. Seperti otot panggul dan otot paha.
  • Menambah Stamina Ibu Hamil. Senam juga bermanfaat untuk membuat Anda agar tidak lemah dan lesu. Senam bisa melatih dan menambah stamina Anda.
  • Meningkatkan Kinerja Otak. Saat melakukan senam hamil, Anda akan belajar untuk menghafal semua gerakan senam di dalam memori Anda. Kebiasaan menghafal bisa meningkatkan kerja otak dan performa otak Anda.
  • Melatih Pernapasan. Saat senam, Anda akan diajarkan untuk melatih pernapasan. Melatih pernapasan sangat diperlukan saat Anda menghadapi proses persalinan. Karena saat akan menghadapi persalinan, Anda harus pintar-pintar mengatur napas. Pernapasan yang diajarkan saat senam adalah pernafasan hidung, perut dan juga dada. Ketiga jenis pernapasan itu bermanfaat untuk persalinan.
  • Mengatasi Keluhan Kehamilan. Pada saat hamil, Anda akan sering merasakan kram perut, sakit punggung dan bengkak. Keluhan-keluhan itu bisa diatasi dengan melakukan senam. Saat senam hamil ada gerakan peregangan. Nah, gerakan peregangan itu bermanfaat untuk mengatasi keluhan saat kehamilan.
  • Berlatih Posisi Melahirkan Yang Baik. Senam hamil juga akan membantu Anda untuk berada di posisi melahirkan yang baik. Posisi melahirkan yang benar akan membantu proses persalinan.
  • Menghindarkan Anda Dari Kegemukan. Anda akan dilatih berbagai macam gerakan dan latihan. Salah satu manfaat latihan senam adalah untuk menghindarkan Anda dari kegemukan. Karena kegemukan akan menyusahkan Anda saat persalinan.

Nah, setelah mengetahui manfaat-manfaat senam hamil diatas. Anda bisa mulai mencoba senam hamil di rumah.