Batuk Pilek Saat Hamil

Obat batuk pilek apa yang aman buat ibu hamil?

Prinsipnya sih memang bumil jangan minum obat sembarangan yang tidak diresepkan oleh dokter. Namun ada kalanya tentu mengalami sakit juga.

Sakit ba+pil ini sering juga mengenai bumil. Bahkan batuk yang parah bisa membuat bumil tidak bisa tidur. Sudah hamilnya merepotkan, eh … ditambah sakit pula.

Jadi untuk langkah awal bolehlah mengkonsumsi obat yang sekiranya aman.

Sebagai patokan untuk kehamilan di atas 16 minggu bumil bisa mengkonsumsi obat kombinasi yang mengandung

  • Paracetamol : untuk meredakan nyeri sendi saat flu dan menurunkan panas
  • Antihistamin : untuk meredakan alerginya, hidung gatal, meler. Contoh : CTM
  • Dekongestan : untuk hidung tersumbat. Contoh : efedrin
  • Antitusif : untuk batuk keringnya. Contoh : DMP
  • Ekspektoran : untuk batuk berdahak. Contoh : guaifenesin

Konsumsinya jangan berkepanjangan dan harus sesuai dosis ya ibu-ibu !

Untuk kehamilan kurang dari 16 minggu sebaiknya ke dokter.

Hamil Kosong Atau Blighted Ovum (BO)

Beberapa hari yang lalu saya ada pasien yang mengalami BO.

Sebenarnya yang disebut BO adalah hamil beneran, tapi janinnya tidak berkembang dengan sempurna. Bumil yang mengalami BO juga mengalami tanda-tanda kehamilan seperti layaknya wanita yang sedang hamil, di-test pack-pun hasilnya positif. Pembuahan juga telah terjadi, kantung kehamilan tetap berkembang, hanya saja embrionya tidak berkembang.

Penyebab

Belum diketahui secara pasti. Namun diduga karena :

  • Kelainan kromosom
  • Kelainan genetik
  • Kualitas ovum yang kurang baik
  • Usia ibu yang tidak muda lagi
  • Kualitas sperma yang kurang baik

BO ini tidak bisa dicegah, dihindari atau diantisipasi sebelumnya. Juga bukan karena hal mistik (janinnya digondol setan dll).

Ciri-Ciri

Pada bumil BO, rahim berhenti membesar, trus embrio tidak lagi berkembang kemudian mati. Lalu gugurlah kehamilan tersebut.

Proses keguguran tersebut bisa berlangsung berminggu-minggu, dimulai dengan kram perut, bercak-bercak coklat sampai perdarahan dalam jumlah banyak. Yang berbahaya adalah jika terjadi pendarahan berat. Sering juga keguguran berlangsung secara spontan.

Keguguran spontan menurut penelitian 50%-nya adalah hamil BO. Jadi … janin tidak berkembang dan mekanisme tubuh secara alami berusaha mengeluarkannya,

BO ini terjadi pada trimester 1.

Untuk memastikannya perlu dilakukan USG. Saat di-USG akan menunjukkan kantong kehamilan yang kosong tanpa janin. Seperti gambar di bawah:


Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=-c48cseYEXI

Penanganan

Penanganan terbaik adalah dengan tindakan kuretase untuk membersihkan rahim dan mencegah infeksi.

Setelah kuret, ibu mengalami haid seperti sedia kala dalam 4-6 minggu kemudian.

Hamil BO ini bukanlah hal yang berulang, jadi setelah BO belum tentu di kehamilan berikutnya akan mengalami hamil BO lagi.

Yang perlu diperhatikan adalah unsur psikologis dari ibu yang telah mengalami BO ini, karena bisa menimbulkan kekecewaan atau kesedihan.

Penting! Imunisasi TT Pra atau Saat Hamil

Apa Manfaat Imunisasi TT?

Imunisasi ini diberikan untuk mencegah terkenanya bayi yang baru lahir dari penyakit tetanus yang mematikan. Penyakit ini ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya, atau bayi yang dilahirkan dengan alat yang tidak steril. Pencegahan dilakukan dengan cara memberi kekebalan pada ibunya melalui imunisasi ini.

Apakah Tetanus Itu?

Tetanus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Clostridium Tetani. Ia masuk melalui luka terbuka dan menyerang syaraf pusat. Bakteri ini umumnya ada di tanah, pupuk, kotoran hewan. Ia masuk lewat luka terbuka yang ada di kulit.

Kapan Pemberian Imunisasi TT?

TT diberikan 2 kali, yaitu TT1 dan TT2.

  • Terbaik sebelum hamil, TT1 dan TT2
  • Atau saat hamil, TT1 diberikan saat diketahui hamil pertama kali. TT2 diberikan paling tidak 4 minggu setelah TT1, atau paling lambat 2 minggu sebelum melahirkan

Manfaat imunisasi TT ini bisa melindungi ibu dari resiko terinfeksi tetanus dan mencegah bayinya terkena tetanus juga.

Efek Samping

Tidak ada. Hanya nyeri, bengkak, kemerahan pada bekas suntikan. Sembuh sendiri dalam 1-2 hari setelahnya.

Hamil Dengan Ambeien, Bisakah Melahirkan Normal?

Ada ibu hamil yang menanyakan apakah ibu yang menderita ambeien bisa melahirkan normal?

Ambeien atau Wasir dalam istilah medisnya disebut Haemorhoid adalah pelebaran pembuluh darah balik (vena) pada bagian bawah dari salauran pencernaan yaitu di rectum dan anus (dubur).

Gejala penyakit ambeien yang muncul umumnya adalah :

  • Pendarahan pada anus, darah akan keluar dalam bentuk tetesan atau juga bisa mengalir agak deras. Biasanya darah yang keluar adalah darah segar, dan untuk penderitanya tidak akan merasakan sakit.
  • Rasa mengganjal setelah buang air besar akan terasa seperti ada sensasi mengganjal dan keadaan ini biasanya akan menimbulkan suatu kesan bahwa Anda belum selesai melakukan buang air besar, sehingga membuat kita akan mengejan lebih kuat lagi dan hal inilah yang kemudian akan membuat keadaan ambeien menjadi semakin parah.
  • Rasa gatal, rasa gatal yang muncul adalah akibat dari rasa nyeri ringan pada anus.

Dilihat dari tingkat keparahannya wasir dibagi menjadi 4 grade:

  • Grade 1 : wasir tidak keluar dari rektum
  • Grade 2 : wasir keluar dari rektum saat mengejan, tapi bisa masuk lagi
  • Grade 3 : wasir keluar saat mengejan, tapi tidak bisa masuk lagi, harus didorong dengan tangan
  • Grade 4 : wasir keluar dari rektum tapi tidak bisa dimasukkan lagi

Biasanya penderita ambeien mengalami rasa tidak nyaman saat sedang duduk dan saat sedang BAB, ini karena munculnya rasa sakit yang mereka alami. Mereka yang mengalami ambeien dengan tingkatan yang parah akan menjadi sulit untuk diobati dan jalan terakhir adalah dengan melakukan operasi.

Mengapa wasir terjadi pada masa kehamilan?

Kehamilan membuat seseorang lebih rentan terhadap wasir. Rahim yang membesar menekan vena panggul dan vena kava inferior (vena besar di sisi kanan tubuh yang menerima darah dari anggota tubuh bagian bawah). Hal ini memperlambat kembalinya darah dari bagian bawah tubuh Anda, yang meningkatkan tekanan pada vena di bawah rahim dan menyebabkan wasir lebih melebar atau bengkak.

Sembelit adalah masalah umum lain selama kehamilan, juga dapat menyebabkan atau memperburuk ambeien.

Selain itu, peningkatan hormon progesteron selama kehamilan menyebabkan dinding pembuluh darah lebih lentur, yang memungkinkan dinding pembuluh darah membengkak lebih mudah. Progesteron juga dapat mengakibatkan sembelit dengan memperlambat saluran usus.

Apakah Penderita Ambeien Masih Bisa Melahirkan Normal?

Bila memang ambeien Anda masih ringan, tidak apa-apa bila Anda ingin melahirkan secara normal. Proses persalinan normal itu sendiri dapat memperberat ambeien Anda. Disarankan untuk mendiskusikan ini dengan dokter kandungan untuk mendapatkan prosedur yang sesuai dan optimal untuk memilih proses kelahiran yang lebih aman baik bagi ibu maupun bayinya.

Sakit Gigi Saat Hamil


(Gambar: http://www.tentangibu.com/)

Sakit gigi pada ibu hamil memang sangat mengganggu, sakit gigi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kerusakan gigi, gigi sensitif, gingivitis, karang gigi dll. Berbagai macam obat bebas tersedia untuk penyakit gigi ini. Akan tetapi khusus untuk ibu hamil tidak boleh sembarang mengkonsumsi obat-obatan.

Bumil akan mengalami ketidakseimbangan hormon sebanyak 4 kali selama hidupnya yakni pada masa pubertas, menstruasi, kehamilan dan menopause. Ketidakseimbangan hormon pada kehamilan dapat menyebabkan masalah kesehatan diantaranya sakit gigi.

Saat merencanakan kehamilan disarankan melakukan pemeriksaan gigi dan mulut oleh dokter gigi. Tujuannya agar gigi yang tidak sehat dapat dilakukan upaya terapi yang tepat. Gigi yang berlubang dapat ditambal, gusi yang bengkak (gingivitis), karang gigi dapat dilakukan perawatan pembersihan karang gigi, sisa akar gigi yang tidak bisa dipertahankan mesti segera dicabut. Semua itu dilakukan sebagai bagian dari perencanaan kehamilan agar kelak ketika proses kehamilan itu berjalan tidak mengakibatkan gangguan kesehatan gigi dan mulut yang berimplikasi kepada kesehatan ibu dan janin.

Gigi Berlubang Saat Hamil

Dari gejala yang muncul akibat gigi berlubang pada ibu hamil adalah peradangan (bengkak). Bengkak bisa berdampak kurang baik bagi ibu hamil dan juga janin. Mengapa? Berikut ini adalah penjelasannya :

“Peradangan yang muncul sebagai akibat dari gigi berlubang tersebut disebabkan oleh kuman dan bakteri yang bersarang pada gigi. Peradangan pada gigi ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bakteri dan kuman penyebab peradangan akan mengikuti aliran darah dan masuk ke janin.”

Cara Mengatasi

  • Berkumur Dengan Air Hangat
    Buatlah air hangat setengah gelas, kemudian tambahkan seperempat sendok garam dapur, aduk hingga rata. Gunakan larutan ini untuk berkumur setidaknya selama 1 menit. Dapat diulang 3-4 kali perhari 30 menit setelah makan. Selain dapat meringankan sakit gigi, juga dapat membantu membersihkan sisa makanan yang menempel pada gigi dan gusi.
  • Kompres Dingin/Es
    Disamping melakukan cara di atas, jika masih belum teratasi sempatkan juga untuk mengkompres dingin pada daerah pipi tepat di sisi luar gigi yang sakit. Untuk melakukannya bisa menggunakan es batu yang dilapisi kain atau menggunakan handuk bersih yang dicelupkan pada air es. Suhu dingin akan membantu meringankan rasa sakit. Jangan tempelkan es langsung ke gigi, karena hal ini akan membuat gigi semakin sakit, pulpa gigi yang meradang akan sangat sensitif terhadap suhu panas atau dingin secara langsung.
  • Obat Sakit Gigi topikal
    Penggunaan obat gigi oles yang langsung diterapkan pada gigi dapat dengan cepat meredakan rasa nyeri, obat tersebut diantaranya mengandung benzocaine dan minyak cengkeh yang akan meresap langsung pada jaringan gigi dan gusi yang sakit sehingga dapat meredakan nyeri dengan cepat. Obat sakit gigi ini bekerja secara lokal sehingga aman untuk ibu hamil.
  • Minum obat pereda nyeri
    Jika masih belum mempan juga, bisa minum obat pereda nyeri yang aman untuk ibu hamil dan dijual bebas tanpa resep. Sedangkan obat lain yang lebih ampuh, penggunaannya terbatas dan harus menggunakan resep dokter. Jenis yang bisa dipakai adalah paracetamol atau asam mefenamat.

Tanda-Tanda Air Ketuban Pecah

Apa itu Air Ketuban?

Air ketuban adalah air yang keluar dari vagina bumil yang merupakan sebuah tanda-tanda akan melahirkan mulai terlihat. Namun, sayangnya di saat ibu hamil, banyak cairan yang keluar dari vagina sehingga ibu-ibu hamil akan merasa bingung terhadap cairan yang keluar tersebut. Apakah itu air ketuban atau bukan.

Dan apabila air ketuban pecah, namun ibu hamil tidak segera memeriksakan diri bisa berakibat kurang baik. Bayi yang ada di dalam kandungan akan kekurangan cairan dan lemas di dalam kandungan. Operasi caesar pun harus dilakukan jika ketuban di dalam kandungan ibu hamil telah habis. Bayi yang lemas di dalam kandungan juga harus segera dikeluarkan agar tidak meninggal di dalam kandungan.

Fungsi air ketuban

Fungsi air ketuban adalah sebagai berikut ini:

  • Mempertahankan dan memberikan perlindungan terhadap perkembangan janin.
  • Membuat janin bisa bergerak bebas ke segala arah.
  • Menyangga janin di saat suhu panas maupun dingin.
  • Saat persalinan, air ketuban bisa memberikan kekuatan ibu untuk mengejan sehingga mulut rahim bisa terbuka.
  • Air ketuban sebagai pembersih jalan lahir pada bayi karena memiliki kemampuan sebagai densifektan dan juga bisa melicinkan jalan lahir.
  • Air ketuban bisa sebagai pendeteksi jenis kelamin, berapa tingkat kematangan paru-paru pada janin, golongan darah bayi serta adanya kelainan pada bayi. Cara pendeteksiannya adalah dengan mengambil air ketuban melalui alat yang disuntikkan ke dinding perut ibu.
  • Air ketuban sebagai cadangan cairan dan juga gizi ibu hamil bagi janin yang ada di dalam kandungan.
  • Mencegah tali pusar dari kekeringan. Tali pusar yang kekeringan akan menyebabkan tali pusar mengerut dan penyaluran oksigen akan terhambat menuju ke janin.
  • Inkubator bagi janin sehingga suhu tubuh janin di dalam kandungan akan tetap hangat serta tidak kedinginan.
    Membantu sistem pencernaan bagi janin di dalam kandungan.
  • Air ketuban bisa meratakan tekanan saat ibu hamil mengalami kontraksi sebelum persalinan.

Tanda-tanda Air Ketuban Pecah

  • Merasa ada cairan yang keluar
    Tanda pertama yang dirasakan oleh si ibu saat ketuban pecah adalah adanya cairan yang merembes keluar dari miss V dan rasanya seperti saat sedang menstruasi. Cairan yang keluar itu bisa sedikit atau banyak jumlahnya. Akan tetapi, terkadang tanda ini tak dirasakan oleh beberapa wanita.
  • Ada cairan yang menetes
    Tanda yang kedua ini lebih terasa dari tanda pertama. Cairan yang keluar tak lagi merembes, tapi menetes keluar dari miss V. Jumlah yang dikeluarkan juga lebih banyak dan hampir menyerupai saat buang air kecil. Cairan ini akan keluar lebih banyak jika Anda dalam posisi berdiri.
  • Merasa ada yang pecah
    Beberapa wanita merasa seperti ada gelembung yang pecah ketika ketuban itu keluar. Suara pecah yang tersebut terkadang juga membuat beberapa wanita jadi merasa gugup.
  • Keluarnya cairan hangat
    Jika sudah merasa ada gelembung yang pecah, maka si ibu hamil akan merasa ada cairan hangat yang keluar. Cairan yang keluar itu bisa sedikit dan bisa juga banyak seperti air seni.
  • Merasa ada yang menekan
    Bukan hanya cairan saja yang keluar dari miss V si ibu hamil, namun adanya tekanan di perut bagian bawah juga dirasakannya. Dan, pada saat inilah mulai terjadi pembukaan serta kontraksi.
  • Merasakan sakit yang hebat
    Beberapa kali kontraksi, tentunya rasa sakit akan meningkat dan tekanan akan semakin besar. Para ibu yang melahirkan normal mengalami pembukaan yang teratur. Namun, ada pula kasus di mana pembukaan hanya terjadi di pembukaan satu dan kemudian berhenti.

Itulah gejala-gejala saat ketuban pecah. Ketahuilah bahwa ketuban bisa saja pecah sebelum fase persalinan dimulai. Jika merasa ada rembesan air yang keluar dari miss V, maka Anda harus segera ke klinik atau rumah sakit terdekat agar mencegah terjadinya masalah pada proses kelahiran.

Tahap-Tahap Bukaan


(Foto: boldsky.com)

Tahukah ibu, berdasarkan fakta, hanya 5 persen wanita melahirkan tepat pada tanggal yang diperkirakan oleh dokter. Selebihnya, bisa saja wanita melahirkan lebih cepat atau lewat dari tanggal yang diprediksi.

Masa kehamilan sendiri berlangsung selama 9 bulan atau 42 minggu, tetapi bayi dianggap lahir tepat waktu jika berada dalam rentang waktu 37 hingga 41 minggu. Akan tetapi, terkadang wanita melahirkan bisa pada saat 40 minggu bukaan dua.

Menentukan Tanggal Kelahiran

Umumnya seorang dokter menentukan tanggal kelahiran dengan menghitung 40 minggu setelah tanggal menstruasi terakhir. Namun, memperhitungkan tanggal ini tidak mudah karena terkendala banyaknya wanita tidak sadar bahwa dirinya sedang hamil hingga satu bulan atau lebih. Cara lain untuk menghitung tanggal kelahiran adalah melakukan USG. Prediksi dokter bisa tepat jika usia kandungan yang ditentukan dari tanggal menstruasi terakhir sesuai dengan usia kandungan yang ditentukan lewat USG.

Rangkaian Bukaan Jalan Lahir

Dalam proses persalinan terdapat rangkaian bukaan jalan lahir yang terdiri dari 10 tahapan, yaitu:

Tahap Bukaan 1
Bukaan Satu merujuk pada 1 cm lebar jalan lahir yang sudah terbuka. Pada tahap bukaan I, mulut rahim mulai melebar 1 cm. Ibu hamil akan mengalami rasa mulas di perut dan rasa nyeri pinggang, kadang juga diikuti keluarnya sedikit darah dari vagina.

Tahap Bukaan 2
Lebar bukaan di leher rahim mulai bertambah, biasanya Ibu Hamil akan merasakan kram, mirip kram saat awal menstruasi. Bahkan beberapa ibu yang akan melahirkan juga merasakan kembung, mual dan pusing.

Tahap Bukaan 3
Tahap Bukaan Tiga ditandai dengan kontraksi yang dirasakan, semakin sering. Jeda waktu antar kontraksi yang dirasakan adalah 30 menit hingga 1 jam.

Tahap Bukaan 4
Mulut rahim pada Bukaan empat akan semakin tipis, dan biasanya pelindung air ketuban mulai pecah, sehingga air ketuban keluar melalui vagina.

Tahap Bukaan 5
Pada bukaan lima, posisi janin biasanya melintang dari pinggul menuju rongga panggul, sehingga menyebabkan calon ibu mengalami rasa sesuatu di bagian pinggang belakang.

Tahap Bukaan 6
Ibu Hamil mengalami kontraksi antara tiga hingga lima menit sekali.

Tahap Bukaan 7
Pada bukaan Ke tujuh, posisi kepala bayi sudah ada di bibir rahim.

Tahap Bukaan 8
Proses Pesalinan Tahap delapan Ibu hamil akan mengalami tekanan di bawah punggung, sebab posisi kepala bayi sudah semakin keluar di bibir rahim.

Tahap Bukaan 9
Pada Bukaan sembilan, kepala bayi sudah mulai kelihatan, di saat tahapan bukaan inilah Ibu mengalami rasa sakit persalinan yang paling tinggi.

Tahap Bukaan 10
Tekanan pada otot panggul memicu Ibu dalam proses persalinan untuk mengejan. Lakukan mengejan sesuai dengan petunjuk tenaga medis yang membantu proses persalinan. Karena apabila anda salah mengejan, sangat berisiko melukai jalan lahir anda. Dan setelah beberapa kali mengejan, buah hati anda telah sempurna datang ke dunia.

Jika Kelahiran Terlambat, saat usia kandungan memasuki minggu ke ­38, dokter akan memonitor kehamilan setiap minggu beserta ukuran bayinya. Namun jika waktu kelahiran tidak secara alamiah, misalnya sudah 40 minggu bukaan dua, dan berisiko pada kesehatan bayi, dokter akan menyarankan untuk melakukan induksi.

Solusio Plasenta (Plasenta Lepas)

Kali ini kita akan mengupas tentang kasus Solusio Plasenta (plasenta lepas) pada masa Kehamilan.

Solusio Plasenta adalah suatu keadaan dimana plasenta (ari-ari janin di dalam kandungan) yang letaknya normal TERLEPAS dari perlekatannya sebelum janin lahir. Biasanya dihitung sejak kehamilan 28 minggu (7 bulan).

Solusio plasenta itu sendiri masuk kedalam klasifikasi Perdarahan Antepartum (perdarahan sebelum kelahiran). Kelainan ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin. Ini pun terjadi secara tiba-tiba, bukan perlahan-lahan dan proses menuju syok dan kematian sangat cepat. Kematian ibu bisa terjadi 5-10%, sedangkan untuk kematian janin sangat tinggi sampai 70-80%.

Ada teori yang menyatakan bahwa prognosis untuk kehamilan selanjutnya akan terjadi kembali dengan derajat yang lebih hebat dan bersamaan dengan persalinan premature. Jika terjadi kasus seperti ini harus segera menghubungi tenaga kesehatan terdekat.

Penyebab terjadinya Solusio Plasenta belum bisa diketahuai secara pasti, namun para ahli mengemukakan bahwa ia sering terjadi pada ibu yang mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba.

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Solusio Plasenta

  • Hipertensi
  • Kelainan pada ginjal
  • Tali pusat yang pendek (dapat terlepas jika janin bergerak terlalu aktif dan sering berubah posisi)
  • Anemia atau kurang gizi
  • Trauma langsung, seperti jatuh, kena tendangan atau benturan benda yang keras

Tanda dan gejala

  • Ibu mengeluh sakit perut yang tiba-tiba, ada kalanya Ibu tidak paham mengenai lokasi rasa nyeri tersebut
  • Perdarahan melalui vagina, ada kalanya terjadi perdarahan hebat berwarna hitam beserta bekuan-bekuan darah, tetapi tidak jarang ditemukan kasus darah tidak keluar karena leher rahim masih tertutup
  • Pergerakan janin mulai berkurang dari biasanya, bahkan bisa tidak ada sama sekali
  • Kepala ibu pusing, lemas, mual, muntah, pucat, pandangan berkunang-kunang
  • Ibu gelisah dan sering mengerang kesakitan atau menahan rasa sakit
  • Perut teraba tegang dan keras baik ketika ada mules maupun tidak mules
  • Bagian-bagian janin susah dikenali
  • Denyut jantung janin sulit diketahui, jika terdapat penurunan jumlah denyutan curigai plasenta sudah terlepas terlalu lama

Siapa Yang Berisiko ?

Plasenta Lepas bisa dialami oleh semua perempuan hamil, namun yang lebih berisiko adalah:

  • Ibu hamil dengan hipertensi/preeklamsia/eklamsia.
  • Pernah mengalami benturan pada kandungan.
  • Pernah melakukan pemutaran posisi janin.
  • Mereka yang memiliki tali pusat pendek.
  • Ketuban pecah sebelum waktunya.
  • Pengecilan yang tiba-tiba pada hidramnion atau kehamilan kembar. Pada kondisi hidramnion, volume air ketuban meningkat sehingga menekan plasenta ke dinding rahim. Demikian juga pada kehamilan kembar, rahim yang seharusnya berisi 1 bayi, ini ada 2 bayi atau lebih. Kondisi ini menekan plasenta ke dinding rahim.
  • Diabetes melitus terkadang dapat memicu kondisi ini. Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab ini, Ibu hamil diharapkan dapat lebih meningkatkan kewaspadaan. Contoh, jika terdeteksi mengalami hipertensi, Ibu perlu menjaga agar tekanan darah dapat selalu dikontrol dengan baik. Bila posisi bayi tidak normal, seperti sungsang atau melintang, jangan mencoba memperbaiki dengan memutar posisinya. Hindari benturan pada perut. Juga tentu, selalu berhati-hati untuk tidak terjatuh. Hindari tempat licin dan perhatikan alas kaki yang Ibu gunakan.

Jika ibu-ibu menemukan salah satu gejala yang disebutkan di atas, segera hubungi tenaga kesehatan terdekat Anda. Dan apabila ibu pernah mengalami Solusio Plasenta pada kehamilan sebelumnya, diskusikan proses kehamilan serta persalinan selanjutnya kepada Dokter spesialis kandungan Anda.

Nyeri Pinggang Dalam Kehamilan

Nyeri pinggang adalah salah satu keluhan yang sering dirasakan ibu hamil. Keadaan ini menimbulkan rasa dengan taraf tidak nyaman hingga terasa mengganggu.

Yang perlu dipahami dalam hal ini adalah bahwa ini kejadian yang wajar dialami ibu hamil, tidak perlu dikhawatirkan dan umumnya tidak mengakibatkan hal yang serius. Rasa sakit ini akan hilang dengan sendirinya jika sudah melahirkan dan beban tubuh kembali seperti sedia kala.

Penyebabnya

Saat usia kehamilan bertambah maka berat kandungan meningkat. Dengan semakin membesarnya perut, beban di sekitar pinggang juga pasti meningkat, otomatis otot di sekitar pinggang bekerja lebih berat untuk menyangganya, inilah yang memicu terjadinya sakit pinggang, yaitu keadaan dimana otot mengalami kelelahan.

Bagaimana mengatasinya?

Jika ibu hamil terserang sakit pinggang, beberapa cara untuk mengatasinya adalah:

  • Segera istirahat, duduk dan tenang
  • Jika duduk kurang membantu, cobalah dengan berbaring
  • Pijat-pijatlah bagian otot yang sakit dengan rileks agar terasa nyaman
  • Mandi dengan air hangat juga bisa mengurangi nyeri pinggang
  • Lakukan senam ringan / peregangan otot pinggang

Sikap Untuk Mengurangi Terjadinya Sakit Pinggang

Beberapa hal di bawah bisa mengurangi kejadian sakit pinggang:

  • Terutama jangan berdiri terlalu lama
  • Jangan beraktifitas yang berat, seperti membawa atau mengangkat tas yang berat yang justru membebani pinggang
  • Bila tidur, cobalah memakai posisi miring
  • Hindari berganti posisi tubuh dengan mendadak / menghentak. Lakukan dengan santai dan berhati-hati
  • Jika ibu adalah karyawati yang harus duduk lama, cobalah untuk berdiri dan berjalan sejenak setiap jam
  • Jaga postur tubuh dengan baik, baik saat tidur, duduk dan berdiri
  • Beristirahatlah yang cukup
  • Jangan minum obat pereda nyeri sembarangan

Semoga bermanfaat.

Kelebihan Cairan Ketuban (Polihidramnion)

Apa itu Polihidramnion?

Polihidramnion adalah kondisi di mana ibu hamil memiliki cairan ketuban terlalu banyak. Dokter dapat mengukur jumlah cairan melalui beberapa metode yang berbeda, paling sering melalui pengukuran indeks cairan amnion (AFI) atau pengukuran kantung. Jika AFI menunjukkan kadar cairan lebih dari 25 cm (atau di atas persentil ke-95), pengukuran kantung dalam Polihidramnion dapat terjadi jika janin tidak menelan dan menyerap cairan ketuban dalam jumlah yang normal.

Pada dasarnya, polihidramnion merupakan bentuk komplikasi yang umum dialami ibu hamil. Sebagian besar ibu hamil dengan kondisi polihidramnion dapat melahirkan bayi yang sehat, namun disarankan untuk tetap tidak mengabaikan kondisi ini. Polihidramnion sedikit meningkatkan risiko janin lahir prematur, atau berada dalam posisi yang salah. Ibu hamil juga menjadi berisiko mengalami perdarahan setelah melahirkan.

Selanjutnya, Anda perlu tahu Apa penyebabnya.

Para ahli kesehatan belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya kasus polihidramnion. Namun ada beberapa penyebab secara umum baik dalam tingkat sedang sampai berat yang meliputi:

  • Diabetes. Ketika kadar gula dalam darah yang kurang terkontrol dengan baik sehingga mengakibatkan bayi yang ada dalam kandungan menghasilkan lebih banyak urine, yang berimbas pada meningkatnya volume air ketuban. Dokter biasanya akan melakukan tes toleransi glukosa untuk memeriksa kadar gula di dalam darah.
  • Memiliki hamil bayi kembar yang identik. Di mana dapat terjadi sindrom transfusi kembar-ke-kembar yakni keadaan di mana satu kembar memiliki cairan ketuban yang terlalu sedikit sementara yang lain memiliki air ketuban yang banyak.
  • Kelainan genetik pada bayi. Bayi mungkin memiliki masalah medis atau kelahiran cacat yang membuat bayi berhenti untuk menelan air ketuban, sementara organ ginjalnya terus menghasilkan lebih banyak urine. Contoh kondisi yang membuatnya sulit untuk menelan seperti stenosis pilorus, bibir sumbing atau langit-langit, atau semacam penyumbatan pada saluran pencernaan.
  • Kelainan genetikal. Memiliki kelainan seperti sindrom down atau sindrom Edwards.

Pada kasus yang langka yakni Anemia pada janin polihidramnion dapat menjadi tanda bahwa bayi mengalami anemia berat yang mana disebabkan oleh ketidaksesuaian darah (Rh). Masalah ini dapat diobati dengan cara transfusi darah ke dalam rahim. Seorang bayi yang mengidap anemia mungkin bisa saja sembuh tanpa melalui pengobatan.

Apa yang sebaiknya Anda lakukan..?

Sebaiknya lakukan pemeriksaan dengan USG secara rutin serta tes gula darah. Polihidramnion biasanya terdeteksi pada pemeriksaan antenatal setelah kehamilan berusia 7,5 bulan. Pada kasus yang jarang, polihidramnion dapat terjadi pada usia kehamilan 4,5-5,5 bulan. Jika perut Anda terasa membesar dengan cepat, segera periksakan diri ke dokter.