Hubungan Antara Usia Wanita Dengan Kesuburan

Kali ini saya ketengahkan masalah hubungan antara usia wanita dengan kesuburan. Untuk singkatnya perhatikan tabel di bawah ini:

Tingkat Kesuburan

  • Bisa dilihat di grafik bahwa tingkat kesuburan tertinggi dari wanita adalah pada usia 20 – 24 tahun
  • Kesuburan wanita terus mengalami penurunan (merosot) mulai umur 25 – 35
  • Setelah umut 35 – 40 kesuburan cenderung stabil terrendah sepanjang hidup wanita
  • Umur 44 ke atas bisa dikatakan wanita sudah tidak usia produktif (subur) lagi, atau mungkin sudah menopause

Tingkat Resiko Keguguran

  • Resiko keguguran terrendah adalah saat wanita berusia 20 – 24 tahun
  • Kemudian resikonya mengingjat perlahan saat usia 25 – 30 tahun
  • Lebih mengingkat lagi saat usia 31 – 35 tahun
  • Resikonya meningkat tajam saat usia 35 – 40 tahun
  • Umur 44 ke atas wanita tidak disarankan untuk hamil lagi

Hamil Kembar

Kemarin ada Ibu yang sedang hamil kembar dan minta dibuatkan artikel. Baiklah Bu semoga artikel ini sedikit bisa memberi informasi.

Kehamilan kembar secara umum jarang terjadi. Menurut statistik hanya 1/4 % dari total kehamilan, atau sekitar 1 dari 400 kehamilan.

Jenis Hamil Kembar Ada 2 Yaitu:

  • Kembar identik : yaitu ketika 1 sel telur yang telah dibuahi membelah dan berkembang menjadi 2 janin. Nanti saat besar wajahnya bisa mirip dan jenis kelaminnya sama. Bisa dikatakan mereka dari ‘sumber’ yang sama.
  • Kembar non identik : yaitu ketika 2 sel telur yang berbeda dibuahi 2 sperma yang berbeda juga. Nanti saat besar wajahnya bisa jadi tidak mirip. Jadi benar-benar dari 2 ‘sumber’ yang berbeda.

Kebanyakan kasus kembar adalah dari golongan non identik. Kehamilan kembar ini bisa dipastikan dengan USG saat memasuki usia 2-3 bulan.

Siapa saja yang berpeluang mendapatkan bayi kembar?

  • Bayi tabung. Karena dalam proses bayi tabung ditanam beberapa telur sekaligus untuk memperkecil terjadinya kegagalan. Makanya tidak heran jika bayi tabung banyak yang kembar.
  • Perubahan hormon karena usia wanita yang sudah tua, bisa menyebabkan si ibu melepaskan telur secara bersamaan.
  • Di keluarga ada yang kembar. Kebanyakan jenis ini adalah kembar non identik

Komplikasi hamil kembar

Karena ini adalah kehamilan yang ‘luar biasa’ tentu ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, diantaranya:

  • Kadar hCG yang lebih tinggi menyebabkan mual dan muntah yang lebih daripada hamil biasa
  • Jika bayi kembar berbagi pembuluh darah plasenta, bisa terjadi ketidakseimbangan suplay ke kedua bayi. Satunya cukup, satunya kekurangan suplay. Keadaan ini biasanya menyebabkan bayi dilahirkan paksa lebih cepat
  • Pertambahan berat badan bumil lebih banyak
  • Karena lebih berat, tekanan pada punggung dan panggul juga lebih banyak, ini bisa menyebabkan nyeri
  • Tekanan pembuluh darah pada panggul cenderung menyebabkan ambeien dan varises
  • Perut yang lebih besar bisa menyebabkan tekanan pada ulu hati, ini juga bisa menyebabkan nyeri dan juga gangguan pencernaan
  • Resiko keguguran juga lebih tinggi
  • Resiko hipertensi dalam kehamilan

Oleh karena itu ibu dengan kehamilan kembar membutuhkan perhatian yang ekstra dibandingkan dengan kehamilan biasa.

Kebutuhan Gizi Hamil Kembar

Ibu yang hamil kembar diharapkan lebih banyak mengkonsumsi asam folat dan zat besi. Dokter akan memberikan kedua jenis vitamin ini.

Persalinan Bayi Kembar

Umumnya masa kehamilan bayi kembar lebih singkat daripada hamil biasa. Kalau hamil biasa sekitar 38 minggu, maka hamil kembar kurang dari itu.

Biasanya anak pertama bisa lahir normal, kemudian anak ke 2 lahir caesar, tapi itu tergantung posisinya juga. Kalau kembar lebih dari 2 umumnya di-caesar semua.

Kesiapan setelah melahirkan

Karena punya bayi ekstra sekaligus, tentunya beberapa hal juga harus dipersiapkan.

  • Tempat untuk bayi, harus disediakan sekaligus. Tidak seperti bayi biasa yang bisa berbagi tempat dari ‘warisan’ kakaknya
  • Baju untuk bayi juga harus dobel
  • Pengasuh, sangat repot merawat dua bayi sekaligus
  • Biaya untuk merawat bayi kembar

Bagaimanapun karunia tersebut harus disyukuri ya Ibu-Ibu. Lucu loh … punya bayi kembar itu.

Puasa Saat Hamil

Puasa Saat Hamil

Puasa Saat Hamil

Beberapa saat lagi kita akan memasuki bulan puasa Ramadan. Bagi ibu-ibu yang sedang hamil tentu menimbulkan keraguan atau pertanyaan. Bolehkan ketika hamil melakukan ibadah puasa? Amankah bagi janin saya?

Sebenarnya puasa jika dilihat secara pola makan adalah merubah jam makan dari pagi – siang – sore menjadi Subuh – Maghrib. Pintar-pintar kitalah untuk mengatur asupan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Amankah Berpuasa Saat Hamil?

Puasa tidak berpengaruh secara langsung terhadap janin, karena janin mendapatkan makanan dari aliran darah di placenta. Justru yang terpengaruh langsung adalah ibunya.

Puasa hanyalah 1 bulan dari 9 bulan kehamilan Anda.

Kapan Sebaiknya Tidak Berpuasa?

  • Pada awal-awal kehamilan tubuh bumil masih dalam tahap penyesuaian diri. Naik turunnya kadar hormon bisa jadi membuat bumil mengalami morning sickness yang menyebabkab bumil mengalami mual dan muntah. Muntah ini bisa menyebabkan kekurangan cairan dan elektrolit tubuh / dehidrasi.
  • Pada trimester 3 janin membutuhkan makanan lebih banyak. Otomatis si ibu harus menambah makannya. Jika tidak, umumnya si ibu akan cepat lemas dan lelah.
  • Pada saat menjelang persalinan sebaiknya tidak puasa, karena proses melahirkan sangat menguras tenaga dan emosi.
  • Berkeringat dingin yang menandakan si ibu tidak kuat untuk melanjutkan puasa.
  • Diare yang sampai menyebabkan badan lemas, dan sakit perut hingga terasa melilit.
  • Lemas dan pusing, pertanda hipoglikemia (kadar gula dalam darah cukup rendah)
  • Mimisan tanda badan tidak sehat / stabil.
  • Secara umum, jangan memaksakan diri untuk berpuasa jika kondisi badan tidak sehat.

Tips Puasa Saat Hamil.

  • Konsultasikan kepada dokter mengenai boleh dan tidaknya Anda berpuasa.
  • Selalu makan sahur, mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.
  • Minum lebih banyak saat sahur dan berbuka. Diusahakan minum paling tidak 2 liter dalam sehari. Tambahkan susu hangat untuk mencegah anemia. Saat sahur sebaiknya jangan mengkonsumsi minuman yang manis agar tidak mudah lapar nanti saat puasa. Saat berbuka, makanlah lebih sering tapi sedikit-sedikit.
  • Makanlah makanan yang bergizi dan seimbang.
  • Istirahat yang cukup.
  • Beraktivitas secara normal, tidak berlebihan. Jagalah kesehatan mental, jangan berpikir yang berat-berat sehingga menimbulkan stress.
  • Cek perubahan berat badan, diusahakan berat badan tidak turun.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Puasa Saat Hamil

  • Rajin kontrol seperti biasanya
  • Lebih memperhatikan perkembangan berat badan, diusahakan berat badan tidak justru turun pada puasa saat hamil

Jadi ….

Tidak ada halangan bagi ibu hamil untuk berpuasa, selama badan sehat dan dapat menjaga asupan gizi yang dibutuhkan. Justru ketenangan jiwa selama berpuasa berdampak positif bagi Anda.

Mendeteksi Cacat Janin Dengan USG

Teknologi kedokteran terus berkembang dewasa ini supaya kehamilan pada usia lanjut tetap aman dan melahirkan bayi yang sehat. Prenatal diagnosis perlu dilakukan untuk menghindari cacat bawaan pada kehamilan yang berisiko tinggi.

Prenatal diagnosis merupakan segala aktivitas prenatal untuk mendiagnosis adanya kelainan pada janin, baik cacat pembentukan (malformasi), kelainan genetik, kromosom maupun kelainan metabolisme. Pemeriksaan yang dilakukan ada berbagai cara, contohnya, USG di perut atau Ultrasound abdominal, USG transvaginal, pengambilan cairan ketuban, dan biopsi plasenta.

Banyak yang bisa didapatkan dari pemeriksaan USG (ultrasonography). Setidaknya, pemeriksaan USG dilakukan tiga kali selama masa kehamilan.

USG bisa juga digunakan untuk mendeteksi cacat bayi, terutama cacat organ seperti jantung, saluran kencing dan spina bifida. Biasanya pada bulan ke tiga, bayi sudah cukup besar untuk dideteksi kelainannya dengan USG. Metode ini tidak membahayakan janin maupun ibu serta dapat memberikan informasi tentang pertumbuhan bayi dan posisi janin.

Pemeriksaan dengan USG bisa dilakukan pada usia kehamilan 12-14 minggu dan 18-22 minggu. Meski “terlihat” atau tidaknya bentuk kecacatan tadi juga ikut ditentukan oleh posisi bayi yang menghadap ke atas/depan, kemampuan dokter ahli ginekolog menganalisa tampilan di layar, serta kecanggihan alat itu sendiri. Artinya “Meski semua ginekolog diharapkan bisa membaca hasil pemeriksaan USG biasa (2 dimensi), pemeriksaan dengan USG 3 atau 4 dimensi akan lebih memudahkan.”

Cacat bawaan umumnya terjadi sebelum bayi sempurna dibentuk, yakni di bawah usia kehamilan 17 minggu. Kendati begitu, tidak berarti lepas dari periode tersebut janin terbebas dari peluang kecacatan. Contohnya, ibu hamil yang mengalami infeksi cairan ketuban di usia kehamilan 5 minggu, meski awalnya normal-normal saja. Bila itu yang terjadi, bisa jadi bayi akan mengalami kecacatan.

Tak seorang pun di antara kita yang berharap pernah melahirkan bayi cacat. Tapi seandainya kenyataan pahit tersebut harus kita hadapi, tak perlu menyalahkan diri sendiri. Apalagi sampai menumpahkan segala penyesalan pada si kecil dengan menutup harapannya untuk hidup alias mengakhiri kehamilan. Sebagai manusia biasa, kita sama sekali tak berwenang.

Salpingitis Penyebab Susah Hamil

Kali ini kita bahas salah satu penyebab sulit hamil.

Apakah Salpingitis / PID Itu?

Salpingitis atau pelvic inflammatory disease (PID) atau juga biasa disebut dengan radang panggul adalah terjadinya inflamasi pada tuba fallopi. Tuba fallopi perpanjangan dari uterus. Salpingitis adalah salah satu penyebab umum terjadinya infertilitas pada wanita. Apabila salpingitis tidak ditangani dengan segera, maka infeksi ini akan menyebabkan kerusakan pada tuba fallopi secara permanen sehingga sel telur yang dikeluarkan dari ovarium tidak dapat bertemu dengan sperma. Kasus ini sebagian besar ditemukan pada perempuan berusia 15-24 tahun yang aktif secara seksual.


Gambar Salpingitis

Gejala

Adapun tanda dan gejala-gejala dari salpingitis / PID adalah :

  • Nyeri pada kedua sisi perut
  • Demam
  • Mual muntah
  • Kelainan pada vagina seperti perubahan warna yang tidak seperti orang normal atau berbau
  • Nyeri selama ovulasi
  • Sering kencing
  • Lower back pain

  • Disminorhoe
  • Nyeri Abdomen
  • Perdarahan pervaginam atau sekret vagina

Faktor Resiko

Faktor resiko kelainan salpingitis / PID biasanya disebabkan oleh hal-hal berikut ini.

  • Sering berganti pasangan
  • Aktivitas seksual masa remaja
  • Pernah menderita penyakit menular seksual

Penyebab

Penyebab salpingitis / PID biasanya adalah infeksi bakteri yang masuk melalui vagina dan bergerak ke rahim lalu ke tuba falopii.

Paling banyak disebabkan oleh bakteri yang menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual misalnya Chlamydia, Gonorrhoeae.

Penularan yang utama adalah melalui hubungan seksual, meskipun demikian bakteri bisa juga masuk ke dalam tubuh melalui proses kebidanan seperti pemasangan IUD, persalinan, keguguran dan biopsi endometrium.

Pencegahan

Anda dapat melakukan pencegahan dengan melakukan hal berikut ini.

  • Lakukan kegiatan seksual yang sehat.
  • Pemeriksaan kesehatan rutin pada diri Anda dan pasangan, lakukan pemeriksaan ginekologi maupun tes infeksi menular seksual untuk mendeteksi gejala penyakit radang panggul atau penyakit lainnya. Makin cepat penyakit dapat terdiagnosis, maka makin besar pula tingkat kesuksesan pengobatan.
  • Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala radang panggul atau infeksi menular yang tidak biasa, seperti sakit panggul berat atau perdarahan di antara periode menstruasi.
  • Saling terbuka mengenai sejarah infeksi menular seksual dengan pasangan Anda adalah salah satu tindakan pencegahan yang dapat menyelamatkan kesehatan bersama.
  • Pertahankan kebiasaan kebersihan yang sehat, hindari mencuci vagina (vaginal douching) dan bilaslah alat kelamin dari arah depan ke belakang seusai buang air untuk mencegah bakteri masuk melalui vagina.
  • Hindari atau pantang berhubungan seksual beberapa saat khususnya setelah persalinan, keguguran, aborsi, atau setelah melalui prosedur ginekologi lain untuk menjaga agar kondisi rahim tetap aman dari infeksi bakteri.
  • Pencegahan akan lebih mudah dilakukan bersama pasangan. Saling mengetahui sejarah infeksi menular seksual, informasi penyakit menular seksual terkini, dan saling mendukung selama proses pengobatan dapat memperlancar proses penyembuhan. Pemeriksaan dan konsultasi dokter yang rutin sangat disarankan jika Anda sedang mengidap penyakit lain di saat bersamaan.

Bagaimana Mengatasinya?

Pengobatan pelvic inflammatory disease (PID) dapat dilakukan dengan cara pemberian antibiotik pada penderita yang masih berada pada tahapan awal penyakit. Pemberian antibiotik dapat dibarengi dengan obat pereda sakit jika Anda merasakan sakit di daerah perut atau panggul.

Sebagian besar pasien dengan kasus PID berat dapat menerima antibiotik melalui infus di rumah sakit. Pengobatan antibiotik harus diselesaikan sesuai dengan periode konsumsi yang dianjurkan oleh dokter agar dapat menyembuhkan infeksi bakteri yang ada.

Dokter juga dapat menganjurkan pasien untuk melepas alat kontrasepsi IUD bila penderita tak kunjung membaik setelah beberapa hari. Untuk mencegah penyebaran infeksi pada orang lain selama periode pengobatan ini, pasangan seksual Anda juga disarankan untuk menjalani tes serta melakukan pengobatan walau tidak nampak gejala yang sama. Dokter juga akan menganjurkan Anda dan pasangan untuk tidak berhubungan seksual selama proses pengobatan berlangsung.

Akibat Lebih Lanjut

Pelvic inflammatory disease (PID) yang berada pada tahapan serius dapat ditangani dengan operasi pengangkatan rahim atau histerektomi atau pengangkatan ovarium atau ooforektomi. Prosedur ini dilakukan jika pemberian antibiotik tidak efektif menyembuhkan infeksi atau jika abses telah muncul pada organ yang terinfeksi. Pengangkatan organ dilakukan sebagai tindakan pencegahan menyebarnya infeksi ke panggul atau perut.

Obat Penguat Kandungan


Obat Penguat Kandungan (label merk dan pabrik disamarkan).

Bila terjadi bumil mengalami flek-flek, maka itu adalah tanda terjadinya ancaman keguguran (Abortus Iminens).

Sebenarnya penyebab Abortus Iminens ini banyak, tapi penyebab terbanyak adalah:

  • Kekurangan hormon progesteron
  • Ketidakseimbangan hormon progesteron & esterogen
  • Kelainan kromosom

Di awal kehamilan hormon progesteron lebih banyak daripada hormon esterogen. Jika misalnya bumil mengalami stres, lelah mental maupun lelah fisik, maka akan ada zat yang merangsang produksi esterogen. Nah … jika esterogen lebih tinggi kadarnya daripada esterogen, hal ini bisa mengakibatkan kontraksi.

Obat penguat ini berisi hormon progesteron sintetik, sehingga diharapkan kadar hormon progesteron lebih tinggi daripada hormon esterogen, sehingga rahim berhenti berkontraksi.

Karena penyebab dari ketidakseimbangan progesteron & esterogen ini adalah lelah fisik, mental dan stress, maka cara terbaik adalah dengan menghindari penyebabnya dan bumil diharuskan istirahat total bed rest sampai tidak ngeflek lagi.

Kalau toh dengan bed rest dan pengobatan masih juga terjadi pendarahan, bisa jadi penyebabnya adalah kelainan kromosom, dan ini tidak bisa dicegah. Bisa diibaratkan ini adalah mekanisme alami dari tubuh untuk menggagalkan kehamilan yang ‘kurang memenuhi syarat’, jadi sifatnya alami.

Kapan Kelamin Janin Bisa Di-USG?

Banyak yang menanyakan kepada saya “Kapan sebaiknya USG dilakukan? Kapan waktu yang tepat untuk melihat jenis kelamin janin dengan USG?”

USG (Ultrasonografi)

USG adalah alat yang prinsip dasarnya menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar oleh telinga kita. Dengan alat USG ini sekarang pemeriksaan organ-organ tubuh dapat dilakukan dengan aman (tidak ada efek radiasi). Jadi walaupun pemeriksaan kehamilan seminggu sekali menggunakan USG, sama sekali tidak ada efek negatifnya kepada bayi yang dikandung.

Kapan Jenis Kelamin Janin Bisa Terlihat Pada Saat USG?

Dari alat USG, dokter bisa mengetahui apa jenis kelamin janin dalam kandungan. Sebenarnya alat kelamin akan mulai terlihat pada usia kehamilan 5 bulan. Namun kebanyakan dokter akan memberikan informasinya pada usia hamil bulan ke 7. Hal ini karena pada usia janin bulan ke 7 alat kelamin sudah jelas terlihat dan tentu ini akan menghindarkan ibu dari rasa kecewa jika dipaksakan untuk mengetahui jenis kelamin terlalu dini pada usia hamil bulan ke 5. Oleh karena itu kadang ada yang bilang jenis kelamin berubah, padahal kemungkinan besar karena jenis kelamin belum jelas terlihat tapi sudah diinformasikan dahulu.

Beberapa bumil dalam pengakuannya ada beraneka ragam, mulai dari 5-6 bulan. Pada waktu itulah dokter baru bisa menjelaskan perihal jenis kelamin bayi melalui metode pemeriksaan dengan USG. Meskipun begitu, kadang kala tebakan dari USG tidaklah selalu betul, ini juga terjadi bahwa tebakan dari USG ternyata tidak sesuai dengan jenis kelamin yang sebenarnya ketika melahirkan. Hal ini terutama dipengaruhi oleh posisi janin dalam kandungan.

Namun demikian, tidak semua orang ingin mengetahui jenis kelamin bayinya. Bahkan bagi beberapa orang, kelahiran anak ibarat malam pengantin, ketidaktahuan malah memberikan kebahagiaan tersendiri.


Contoh USG yang mendeteksi jenis kelamin janin laki-laki.

Kapan Kehamilan Bisa Di-Test Pack?

Kabar yang paling ditunggu oleh pasangan yang menginginkan anak adalah kehamilan. Lantas bagaimana cara paling mudah mendeteksi kehamilan?

Cara termudah adalah dengan membeli test pack penguji kehamilan yang bisa dibeli di apotik. Alat ini berbentuk strip yang dicelupkan di urine pertama kali saat bangun tidur di pagi hari dengan kedalaman tertentu.

Tampung urine anda dengan wadah bersih, celupkan strip ke dalam urine selama 30 detik. Tunggu selama 3 menit, bila anda hamil maka muncul 2 garis. Bila tidak hamil, muncul hanya 1 garis.

Mengapa Sebaiknya Pagi?

Karena urine pertama kali pada waktu pagi itulah yang paling maksimal mengandung hormon hCG. hCG adalah hormon yang menandakan terjadinya pertumbuhan placenta karena terjadinya pembuahan.

Kapan Bisa Di-Test Pack?

Kehamilan sudah bisa dideteksi dengan test pack 7 hari setelah hubungan.

Kampanye ASI

Batuk Pilek Saat Hamil

Obat batuk pilek apa yang aman buat ibu hamil?

Prinsipnya sih memang bumil jangan minum obat sembarangan yang tidak diresepkan oleh dokter. Namun ada kalanya tentu mengalami sakit juga.

Sakit ba+pil ini sering juga mengenai bumil. Bahkan batuk yang parah bisa membuat bumil tidak bisa tidur. Sudah hamilnya merepotkan, eh … ditambah sakit pula.

Jadi untuk langkah awal bolehlah mengkonsumsi obat yang sekiranya aman.

Sebagai patokan untuk kehamilan di atas 16 minggu bumil bisa mengkonsumsi obat kombinasi yang mengandung

  • Paracetamol : untuk meredakan nyeri sendi saat flu dan menurunkan panas
  • Antihistamin : untuk meredakan alerginya, hidung gatal, meler. Contoh : CTM
  • Dekongestan : untuk hidung tersumbat. Contoh : efedrin
  • Antitusif : untuk batuk keringnya. Contoh : DMP
  • Ekspektoran : untuk batuk berdahak. Contoh : guaifenesin

Konsumsinya jangan berkepanjangan dan harus sesuai dosis ya ibu-ibu !

Untuk kehamilan kurang dari 16 minggu sebaiknya ke dokter.