Hamil Sungsang

Yang dimaksud hamil sungsang adalah kondisi letak bayinya yang mengalami kelainan. Bayi normal letak kepalanya terletak di bawah dekat mulut rahim. Sedangkan pada hamil sungsang letak pantat atau kaki bayi justru berada di bawah dekat mulut rahim.

Persalinan sungsang ini bisa menjadi hal yang sangat berbahaya, baik untuk ibu maupun bayinya. Dalam prosesnya, persalinan sungsang ini kita berusaha untuk mengeluarkan bayi dimana yang keluar duluan adalah pantat atau kaki bayi.

Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan psikologis buat ibu hamil.. Dimana tekanan psikologis ini justru tidak menguntungkan dari sisi ibu saat melahirkan.

Menurut penelitian kejadian sungsang ini adalah antara 3% hingga 4% kehamilan.

Letak bayi di dalam kandungan sebenarnya tergantung gerak atau adaptasi bayi terhadap ruang gerak di dalam kandungan sang ibu. Saat umur kehamilan belum mencapai 8 bulan, ruang gerak bayi masih sangat bebas.

Saat kehamilan menjadi lebih tua, proses pembesaran janin lebih cepat tetapi sebaliknya air ketuban cenderung berkurang.

Bisa jadi saat bergerak bokong bayi cenderung memilih tempat yang lebih leluasa.

Penyebab lain kondisi bayi sungsang ini adalah:

  • Bentuk rahim kurang lonjong
  • Panggul ibu sempit
  • Faktor gerakan bayi itu sendiri
  • Kelainan bentuk kepala bayi, misal hidrocepalus

Salah satu gambar contoh bentuk sungsang

Hubungan Pasien Dengan Dokter

Kali ini kita bahas hal yang santai saja ya. Yaitu hubungan antara pasien dengan dokternya.

Beberapa kali di web ini ada pertanyaan dari pasien yang menanyakan hasil pemeriksaan dari dokter lain ke saya. Mereka kalau saya amati dari bahasa pertanyaannya, menanyakan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh dokter lain ke saya. Kenapa hal tersebut tidak ditanyakan ke dokter yang memeriksa? Tentunya dokter yang memeriksa lebih tahu histori dan kondisi pasien yang dihadapi, ditambah lagi dengan data diagnosa penunjang dari lab yang telah dilakukan.

Tentu berbeda kondisinya dengan jika seorang dokter yang tidak memeriksa, tidak ada data penunjang, tidak pernah melakukan wawancara dll, kemudian harus memberikan jawaban. Pada waktu sekolah kita diajarkan untuk melakukan pemeriksaan dengan berdasar bukti dan data penunjang, jadi bukan bersifat menebak.

Jadi ada baiknya pada saat periksa Ibu bertanya yang sejelas-jelasnya kepada dokter yang melakukan pemeriksaan. Tidak perlu sungkan apalagi takut. Selama pertanyaannya masih relevan dengan penyakitnya tentu seorang dokter akan memberikan jawaban yang semestinya kepada pasiennya.

Hubungan yang baik antara pasien dengan dokternya secara sugesti bisa memberikan ketenangan dan bahkan mempercepat kesembuhan.

Persalinan Macet

Yang dimaksud persalinan macet adalah persalinan yang mandek / macet dalam waktu yang lama sehingga bisa menimbulkan komplikasi baik ibu maupun bayinya.

Persalinan macet berlangsung 24 jam atau lebih untuk kelahiran anak pertama atau 18 jam atau lebih untuk kelahiran anak ke dua atau selanjutnya.

Penyebabnya

Penyebab persalinan macet diantaranya adalah:

  • Kelainan letak / posisi janin
  • Kelainan jalan lahir
  • Kelainan HIS / kekuatan otot rahim
  • Janin besar
  • Ketuban pecah dini
  • Pemimpin persalinan salah

Komplikasi

Pada ibu

  • Kelelahan ibu karena mengejan terus sedangkan intake kalori kurang
  • Infeksi hingga sepsis
  • Asidosis (keasaman darah menjadi tinggi) dengan gangguan elektrolit
  • Dehidrasi, syok dan kegagalan fungsi organ
  • Robekan jalan lahir, menimbulkan persalinan yang traumatik
  • Fistula buli-buli, vagina, rahim dan rectum

 

Pada anak

  • Gawat janin dalam rahim hingga meninggal
  • Lahir dalam kondisi sesak napas berat sehingga dapat menimbulkan cacat otak menetap
  • Trauma persalinan, patah tulang selangka, lengan atas, paha

Tindakan

Tindakan yang akan dilakukan tergantung kondisi yang terjadi:

  • Memperbaiki keadaan ibu, seperti rehidrasi, menyeimbangkan asam darah, pemberian elektrolit, pemberian kalori, menurunkan panas, penyembuhan infeksi
  • Bila bukaan lengkap dan memenuhi syarat kelahiran pervaginam, bisa dilakukan ekstraksi vacum, ekstraksi forcep, atau perforasi kranioflasi
  • Bila bukaan tidak lengkap dilakukan operasi sectio caesaria

Ketuban Pecah Dini

Apakah Cairan Ketuban Itu?

Cairan ketuban adalah cairan yang berada di luar janin dan di dalam rahim. Cairan ini menggenangi janin yang ada di dalamnya. Cairan ini diproduksi dari kencing janin, maupun cairan paru-paru dan saluran nafas.

Volume cairan bertambah terus selama masa kehamilan hingga puncaknya di minggu ke 34 – 36, sekitar 1 liter. Setelah itu mengalami penurunan volume hingga minggu ke 40, yaitu sebesar 800 mili liter, dan berkurang terus seiring bertambah tuanya kehamilan.

Air ketuban umumnya pecah saat ibu dalam masa kontraksi untuk kelancaran kelahiran sang bayi. Tapi, bisa terjadiya ketuban pecah lebih awal (dini) hingga dapat mengakibatkan komplikasi serius.

Ketuban disebut pecah dini jika terjadi saat kehamilan kurang dari 37 minggu.

Penyebabnya

Beberapa penyebab terjadinya ketuban pecah dini adalah:

  • Paling sering karena: Infeksi rahim, leher rahim, atau vagina
  • Jatuh, kecelakaan
  • Hamil kembar
  • Cairan ketuban terlalu banyak
  • Merokok
  • Stress
  • Perdarahan saat hamil
  • Operasi
  • Biopsi
  • Mengalami ketuban pecah dini pada kehamilan sebelumnya
  • Indeks massa tubuh ibu hamil rendah
  • Tekanan darah tinggi

Akibatnya

Jangan anggap remeh masalah ini, karena mengakibatkan:

  • Bayi lahir prematur
  • Cairan ketuban terlalu sedikit bila terjadi pada kehamilan usia muda. Kondisi ini menyebabkan infeksi pada janin bahkan kematian janin
  • Meningkatkan risiko retensio plasenta (sebagian atau semua plasenta tertinggal dalam rahim). Ini mengakibatkan perdarahan pasca melahirkan baik primer maupun sekunder (kehilangan darah dalam waktu 24 jam sampai 6 minggu pasca melahirkan)
  • Terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari dinding rahim sebelum proses persalinan
  • Tali pusat janin putus
  • Kuman dapat pindah ke dalam kantung ketuban dan menyebabkan infeksi dalam rahim
  • Tali pusat mungkin terjepit di antara bayi dan dinding rahim. Bayi bisa mengalami cedera otak dan menyebabkab kematian bayi
  • Jika ketuban pecah sebelum kehamilan 23 minggu, paru-paru bayi mungkin tidak berkembang
  • Jika ketuban pecah di usia sebelum 18 minggu, anggota badan janin kemungkinan tidak berkembang secara normal

Segeralah ke RS untuk mendapatkan penanganan. Air ketuban dapat dikenali dengan ciri-ciri: warna bening atau ada bintik-bintik putih, disertai darah / lendir, tidak berbau.

KB Menyusui

Beberapa hari yang lalu ada yang bertanya di web ini tentang KB alami setelah melahirkan. Coba kita bahas di sini ya.

Secara kedokteran ini biasa disebut LAM (Lactational Amenorrhea Method) atau di-bahasa Indonesia-kan menjadi metode menyusui tanpa haid.

Yang perlu diingat metoda ini bersifat sementara, jadi kalau ‘efek’-nya hampir habis, si ibu harus segera memilih metode kontrasepsi lainnya.

Syaratnya

Metode ini bisa ‘berjalan’ jika memenuhi syarat, yaitu:

  • Full menyusui (secara penuh), lebih efektif bila diberikan minimal 8 kali sehari
  • Belum haid lagi
  • Umur bayi kurang dari 6 bulan
  • Tidak memberikan makanan atau minuman apapun kepada bayinya, jadi full ASI

Cara Kerjanya

Metode ini bekerja dengan menekan terjadinya ovulasi. Saat menyusui, diproduksilah hormon penghambat produksi hormon estrogen, sehingga mencegah terjadinya ovulasi.

Apakah Efektif?

Sejauh syaratnya dipenuhi, maka efektifitasnya sangat tinggi, yaitu 98%.

Kapan Harus Mulai KB?

Bila ada hal berikut, maka ibu harus mempetimbangkan KB:

  • Umur bayi sudah 6 bulan atau lebih
  • Ibu sudah mendapat haid
  • Bayi sudah mulai diberi makanan / minuman selain ASI
  • Bayi menyusui kurang dari 8 kali sehari

Demikian ibu-ibu untuk menjadi perhatian.

Mengetahui Usia Kehamilan Dengan USG

Cara yang lazim dalam mengetahui usia kehamilan adalah dengan mengitungnya berdasar HPHT (Hari pertama Haid Terakhir). Bila ibu ingat HPHT-nya bisa menggunakan Kalkulator Kehamilan di sini.

Namun kadangkala ibu hamil lupa mencatat kapan HPHT-nya. Untuk itu diperlukan sebuah cara yang dirasakan cukup akurat untuk menentukan usia kehamilan ibu hamil.

Pemeriksaan USG

Dengan USG usia kehamilan bisa ditentukan dengan akurat. Paling akurat jika dilakukan USG maksimal pada minggu ke 12. Jadi lakukan pemeriksan USG pada awal-awal kehamilan.

Jika dilakukan pada kehamilan muda maka selisih ketelitiannya paling besar hanya 1 minggu jika dibandingkan dengan perhitungan menggunakan HPHT.

Cara Menghitung

Cara menghitung usia kehamilan dengan USG adalah dengan kombinasi parameter:

  1. BPD: Biparietal Diameter. Yaitu ukuran diameter tulang pelipis kiri dan kanan
  2. FL: Femur Lenght. Yaitu ukuran panjang tulang paha bayi
  3. HC: Head Circumferensial. Yaitu panjang lingkaran luar kepala
  4. AC: Abdominal Circumferencial. Yaitu ukuran lingkaran perut bayi




Dari kombinasinya didapatkan usia kehamilan (Weeks Gestation) dalam hitungan minggu seperti di bawah.

Banyak manfaat lain jika pemeriksaan kehamilan menggunakan USG, tidak cuma menghitung usia kehamilan saja. Jadi jangan ragu-ragu untuk segera periksa di kehamilan awal.

Gangguan Haid 2

Kali ini yang dibahas adalah gangguan haid terkait dengan siklusnya.

Polimenore

Gangguan ini menyebabkan haid yang lebih sering daripada siklus normal.

  • Siklus haid lebih pendek, kurang daripada 21 hari
  • Perdarahannya kurang lebih sama
  • Atau kadang lebih banyak (polimenoragia)

Penyebabnya:

  • Gangguan hormonal ~ gangguan ovulasi
  • Pendeknya fase lutheal. Fase lutheal adalah empat belas hari terakhir siklus menstruasi setelah ovulasi terjadi.
  • Buntunya ovarium karena peradangan, endometriosis

Oligomenore

  • Siklus haid lebih panjang, lebih dari 35 hari
  • Perdarahan berkurang
  • Siklus haid ovulatoir
  • Fertilitas tidak terganggu

Amenore

  • Tidak adanya haid untuk 3 bulan berturut-turut
  • Dibagi menjadi 2. Primer: umur 18 th tidak pernah haid. Sekunder: pernah haid

Gangguan Haid

Sebenarnya banyak masalah yang terkait gangguan haid, kali ini yang dibahas adalah gangguan terkait banyaknya darah yang keluar dan lamanya pendarahan.

Haid Normal

  • Jika menyangkut lamanya, maka lama haid normal adalah: 3 – 7 hari
  • Jika menyangkut siklusnya, maka siklus haid normal adalah: 21 – 35 hari
  • Jika menyangkut volumenya, maka volume haid normal adalah: 60 – 250 cc

 

Nah, jika kita sudah tahu kisaran haid yang normal, kini kita bahas gangguan haidnya.

Hipermenore

Yang disebut hipermenore adalah :

  • Haid yang lebih lama daripada haid normal dan atau
  • Pendarahannya lebih banyak daripada haid normal

 

Pada umumnya hal ini disebabkan karena kelainan dalam uterus, yaitu:

  • Myoma uteri
  • Polip endometrium
  • Gangguan pelepasan endometrium

Hipomenore

Yang disebut hipomenore adalah :

  • Haid yang lebih pendek daripada haid normal dan atau
  • Pendarahannya lebih sedikit daripada haid normal

 

Penyebab:

  • Pasca pengangkatan / operasi mioma
  • Gangguan hormon

Nanti disambung dengan gangguan haid lainnya.

Bisakah Penderita Asma Melahirkan Normal?

Ada kekhawatiran dari ibu hamil yang menderita asma apakah bisa melahirkan secara normal atau tidak. Tentu kebanyakan ibu hamil menginginkan kelahiran secara normal bukan?

Faktanya, Ibu hamil dengan penderita asma bisa saja melahirkan dengan normal asalkan saat proses persalinan asma tidak kambuh. Asma bersifat alergen atau ada pencetusnya. Misalnya debu, udara yang kotor, cuaca dingin, kelelahan, menghirup asap rokok dan polusi lainnya.

Berikut ini tips untuk ibu hamil yang menderita asma agar dapat melahirkan secara normal

Yang pertama adalah pengendalian penyakit asma

Banyak Ibu hamil yang menderita asma khawatir tidak bisa melahirkan dengan normal karena saat bersalin bisa saja asmanya kambuh. Jika Anda bisa mengendalikan asma Anda selama kehamilan dan saat persalinan, Anda bisa melahirkan dengan normal. Jika penyakit asma Anda kambuh saat persalinan, bisa dibantu dengan teknik vakum. Anda bisa meminta dokter spesialis paru-paru Anda untuk mendampingi Anda saat bersalin.

Sebaiknya Anda tetap mengkonsumsi obat asma

Hamil dan memiliki penyakit asma sangat beresiko. Anda harus disiplin kapan obat asma harus diminum dan mengetahui pengobatan darurat apa saat asma Anda kambuh. Hal ini untuk meminimalkan resiko pada janin Anda. Umumnya obat-obat asma aman dikonsumsi selama kehamilan.

Konsumsi obat asma yang diresepkan oleh dokter

Meski begitu, Anda tidak boleh sembarangan minum obat asma karena obat asma yang Anda minum akan berdampak pada janin. Minumlah obat yang sudah diresepkan oleh dokter, bukan obat asma yang dijual bebas. Hal ini untuk menghindari dampak negatif pada janin misalnya terhambatnya pertumbuhan janin, kelainan janin, bayi lahir prematur bahkan kematian pada janin.

Pastikan pola hidup bersih dan disiplin

Asma adalah manifestasi dari alergi, sebaiknya Anda menghindari pencetus alergi misalnya debu, tempat-tempat kumuh, asap rokok, dingin, stress dan makanan (coklat misalnya). Jangan beraktifitas terlalu berat, jaga rumah dan lingkungan agar tetap bersih dan rajin berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit asma pada Ibu hamil biasanya akan membaik di akhir masa kehamilan. Hal ini disebabkan oleh posisi kepala bayi yang turun ke panggul Ibu sehingga mengurangi tekanan pada paru-paru Anda.

Namun sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokternya untuk melakukan manajemen asma.

Hubungan Antara Usia Wanita Dengan Kesuburan

Kali ini saya ketengahkan masalah hubungan antara usia wanita dengan kesuburan. Untuk singkatnya perhatikan tabel di bawah ini:

Tingkat Kesuburan

  • Bisa dilihat di grafik bahwa tingkat kesuburan tertinggi dari wanita adalah pada usia 20 – 24 tahun
  • Kesuburan wanita terus mengalami penurunan (merosot) mulai umur 25 – 35
  • Setelah umut 35 – 40 kesuburan cenderung stabil terrendah sepanjang hidup wanita
  • Umur 44 ke atas bisa dikatakan wanita sudah tidak usia produktif (subur) lagi, atau mungkin sudah menopause

Tingkat Resiko Keguguran

  • Resiko keguguran terrendah adalah saat wanita berusia 20 – 24 tahun
  • Kemudian resikonya mengingjat perlahan saat usia 25 – 30 tahun
  • Lebih mengingkat lagi saat usia 31 – 35 tahun
  • Resikonya meningkat tajam saat usia 35 – 40 tahun
  • Umur 44 ke atas wanita tidak disarankan untuk hamil lagi