Sep 23

Induksi Persalinan

Induksi persalinan adalah cara untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami terjadi untuk mempercepat persalinan. Prosedur ini harus dilakukan secara hati-hati karena mengandung banyak risiko dibanding persalinan normal.

Saat tanggal melahirkan yang ditentukan ibu belum menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan, dokter akan menunggu hingga umur kehamilan sebelum mencapai 42 minggu. Jika saat itu belum ada tanda-tanda akan melahirkan juga, maka perlu dipikirkan untuk melahirkan secara paksa bayi yang ibu kandung. Karena jika bayi tidak dikeluarkan akan meningkatkan resiko pada si bayi itu sendiri. Misal : menelan tinja bayi (mekonium) yang bisa mengakibatkan gangguan pernapasan, bayi kelewat besar dll.

Beberapa kondisi yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan induksi dari sisi ibu :

  • Ibu menderita tekanan darah tinggi (preeklamsia)
  • Ibu menderita diabetes gestasional (kadar gula darah tidak terkontrol)
  • Ibu dengan penyakit herpes

Beberapa kondisi yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan induksi dari sisi bayi :

  • Oligohidramnion (air ketuban sedikit)
  • IUGR (Intrauterine Growth Retardation-hambatan pertumbuhan janin)
  • Janin lewat waktu

Teknik Induksi

Ada dua cara yang biasanya dilakukan:

  • kimia : diberikan obat-obatan khusus, dengan cara diminum, dimasukkan ke dalam vagina, diinfus
  • mekanik : metode stripping, pemasangan balon keteter, (oley chateter) dimulut rahim, serta memecahkan ketuban saat persalinan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.