Kehamilan Dengan Polip Cervix

Sumber gambar : www.drugs.com

Kali ini akan dibahas tentang gejala polip serviks dan bagaimana cara pencegahannya.

Baiklah, langsung saja kita bahas satu persatu.

Apa itu Polip Serviks?

Sebenarnya polip serviks, polip rahim, ataupun polip uterus adalah hal yang sama. Polip serviks ataupun polip rahim adalah penyakit yang timbul akibat adanya pertumbuhan tidak normal pada jaringan didalam rahim. Pertumbuhan jaringan ini akan membentuk suatu benjolan yang apabila dibiarkan, benjolan tersebut berkembang menjadi seperti buah cerry. Benjolan ini dapat dikatakan sebagai jenis dari tumor jinak.

Penyebab Polip Serviks

Penyebab pasti polip rahim belum diketahui, tetapi fluktuasi kadar hormon menjadi salah satu faktor risiko. Dalam hal ini, estrogen yang memiliki efek menyebabkan penebalan endometrium setiap bulan, juga sepertinya terkait dengan pertumbuhan polip rahim.

Wanita yang berusia antara 40 dan 50 tahun lebih mungkin terkena polip rahim dibandingkan dengan wanita yang lebih muda. Penyakit ini dapat terjadi pada usia setelah menopause, tetapi jarang terjadi pada wanita yang berusia di bawah 20 tahun.

Faktor risiko lain penyebab polip rahim yaitu kelebihan berat badan atau obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi) atau pengguna obat tamoxifen yang merupakan obat kanker payudara.

Bagaimana kalau polip serviks terjadi pada wanita hamil?

Polip pada serviks (leher rahim) yang terjadi pada masa kehamilan memang mudah sekali menyebabkan perdarahan. Karena jaringan yang tumbuh tersebut mengandung lebih banyak pembuluh darah dan kondisinya lebih rapuh. Bila terjadi gesekan atau infeksi pada polip, biasanya akan muncul bercak darah di sela-sela masa menstruasi.

Umumnya, polip tidak perlu diangkat karena dianggap tidak berbahaya. Namun, jika harus diangkat, bisa dilakukan dengan tindakan kuret, yang sebenarnya malah berisiko, karena dapat menimbulkan perdarahan yang sulit diatasi.

Polip biasanya akan lepas dan hilang bersamaan dengan proses persalinan. Agar tidak terjadi perdarahan lebih lanjut, sebaiknya Anda dan suami tidak melakukan hubungan seksual terlebih dulu.

Polip serviks yang tidak menimbulkan keluhan seperti perdarahan dan tidak ada infeksi bisa dibiarkan saja dulu sampai saat persalinan, baru dilakukan pengangkatan polip.

Sebenarnya polip serviks dalam kehamilan adalah kasus yang sangat jarang ditemukan. Karena biasanya sebelum terjadi kehamilan, polip ini sudah terdeteksi dengan gejala perdarahan paska senggama.

Diagnosis

Diagnosis polip rahim dapat dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan secara langsung yang berupa mengorek lapisan rahim, kemudian diperiksa di laboratorium di bawah mikroskop. Teknik diagnosa lainnya termasuk hysterogram (Ronsen rahim) dan histeroskopi (melihat dengan kamera serat optik).

Pengobatan Polip Rahim

Pengobatan mungkin tidak diperlukan jika polip tidak menimbulkan masalah apapun. Namun, polip harus ditangani jika telah menimbulkan masalah seperti pendarahan berat selama periode menstruasi, atau jika mereka diduga menjadi prakanker atau kanker rahim.

Penanganan juga diperlukan jika telah menyebabkan masalah selama kehamilan, seperti keguguran, atau mengakibatkan infertilitas pada wanita yang ingin hamil, dan polip rahim yang ditemukan setelah menopause.

Metode pengobatan polip rahim meliputi:

  • Obat. Obat polip rahim membantu mengatur keseimbangan hormonal, seperti progestin. Obat ini dapat membantu meringankan gejala, sehingga biasanya gejala akan kembali ketika obat dihentikan.
  • Histeroskopi. Selain dipakai sebagai alat diagnostik histeroskopi juga dapat digunakan sebagai metode pengobatan. Jadi ketika alat itu dimasukkan ke dalam rahim dan ketika terlihat adanya polip, maka langsung dilakukan pengangkatan.
  • Kuretase. Ini juga sama seperti di atas, bahkan terapi bisa dikombinasikan. Teknik kuretase ini efektif untuk polip kecil.

10 comments

Lompat ke formulir komentar

    • Dewi purnamasari on 24 Desember 2017 at 16:27
    • Balas

    Selamat sore Dok. Dok setelah 4thn mnikah akhir nya saya hmil, usia hmpir 7mggu saya pndrahan kmudian saya priksa k dokter kndungn d Pekanbaru, saya d vonis Blighted ovum,khamilan tdk brkmbang krn mmiliki polip rahim dn hrs d kuret. kt dokter ini juga pnyebab saya sulit hamil. Dok pertanyaan saya ,apa khamilan saya brmasalah bs krn polip? apa jika polip nya di angkat saya msi bsa hmil kmbali dgn normal dn sehat?? Mhon penjelasan ny Dok. Trimakasih

    1. Polipnya seharusnya memang diangkat. Insya Allah bisa normal, tapi mohon didiskusikan dengan dokternya tentang kondisi polipnya bagaimana.

    • Ria on 7 Maret 2019 at 23:01
    • Balas

    Assalamualaikum, mohon maaf dok Saya ingin bertanya apabila saya terindikasi memiliki polip serviks, namun Saya belum menikah & belum pernah berhubungan badan. Adakah pengobatan yg dapat dilakukan?
    Saya sudah memeriksakan diri ke obsgyn, sdh pernah mendpt obat pereda nyeri yg dikombinasikan dgn penghenti pendarahan (kalnex), hingga obat hormon (norethisterone) namun flek tetap tidak berhenti.
    Sepertinya darah menstruasi pun sulit utk keluar karena sepertinya Ada benjolan yg keluar dri serviks.
    Mohon masukannya dok
    Terima kasih

    1. Wa alaikum salaam. Kalau memang polip diambil tindakan kauterisasi, dipotong polipnya. Dokternya bilang apa lagi?

    • Mama caca on 15 Maret 2019 at 22:28
    • Balas

    Assalamualaikum .dok.
    Saya hamil 18 minggu..dan mengalami pendarahan.tanpa nyeri perut
    Setelah di cek sm bidan dan di spekulum.
    Ternyata ada benjolan.kemungkinan itu polip cervik.
    Karna letaknya dekat dengan mulut rahim.
    Apakah saya masih bisa melahirkan normal?
    Sy sudah konsul ke dokter kandungan.tp dokter tidak melakukan tindakan apa2.karna takut malah ada pendarah lebih nantinya. Dan bisa terjadi keguguran.
    Karna sy ingin anak saya lahir sesuai jalanya lahir.
    Terimaksih

    1. Wa alaikum salaam. Kalau memang mnrt dokter dikhawatirkan terjadi pendarahan, maka sesar adalah pilihan yang disarankan.

    • Sundari on 4 April 2019 at 19:24
    • Balas

    Assalamu’alaikum dokter, saya hamil 6 minggu dan mengalami pendarahan. Dokter bilang kemungkinan karena kecapean. Sebelum hamil saya pernah konsultasi dan ternyata kata memiliki polip. Saya sudah bed rest selama dua minggu tetapi tetap saja pendarahan. Apakah mungkin karena polip tsb ya dokter? Adakah saran yg bisa kami lakukan agar pendarahan bisa berhenti? Alhamdulillaah ketika di USG janin berkembang dengan baik, tapi kami tetap khawatir. Mohon responnya dokter. Terima kasih.

    1. Wa alaikum salam. Ada kemungkinan, tergantung letak polipnya. Sudah bilang ke dokternya tentang pendarahannya ?

        • Sundari on 15 April 2019 at 08:43
        • Balas

        Sudah dokter. Letak polipnya di pintu rahim. Untuk mengantisipasi terjadinya pendarahan lagi, apa yg harus saya lakukan dokter?

        1. Tergantung kondisinya. Mungkin nanti perlu diangkat setelah melahirkan.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.