Faktor Suami Dalam Konsepsi

Mungkin ada yang tidak jelas dari maksud judul di atas. Maksud dari judul di atas adalah faktor yang melibatkan suami (kesuburan sperma) dalam keberhasilan pembuahan (kehamilan).

Masalah kehamilan bukanlah problem istri semata, di dalamnya ada pihak suami yang turut andil dalam terjadinya kehamilan. Untuk itu disarankan pihak suami selalu menjaga agar kualitas spermanya selalu baik dengan melakukan beberapa pola hidup yang sehat.

Menjaga kesehatan secara umum

Untuk mendapatkan kualitas sperma yang baik, kondisi kesehatan secara umum haruslah dijaga. Jangan sering sakit-sakitan. Sakit akan membuat banyak zat berguna dalam tubuh yang digunakan untuk berperang melawan kuman dan proses penyembuhan.

Ada juga penyakit yang bisa menyebabkan testis tidak memproduksi sperma, misal sakit gondongan, kebuntuan saluran sperma dll.

Pola makan yang sehat, seimbang dan bergizi

Pola makan yang baik tidak saja berguna untuk menjaga kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesuburan secara umum.

Perbanyaklah mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C dan E untuk meningkatkan kualitas sperma.

Olah raga yang cukup

Olah raga dimaksudkan untuk untuk melancarkan peredaran darah dan metabolisme tubuh. Pilihlah olahraga rekreasi sesuai keinginan agar jiwa dan raga selalu bugar. Dengan olah raga ini diharapkan juga aliran darah ke testis semakin baik.

Jangan stress

Stress secara umum berakibat buruk untuk kesehatan. Begitu pula dengan masalah reproduksi. Pria stress umumnya mempunyai masalah seksual, apalagi jika stress berat dan berkepanjangan. Stress mengakibatkan metabolisme kacau dan mengaktifkan hormon yang ‘tidak baik’ untuk tubuh.

Jangan merokok

Merokok terbukti mengurangi produksi sperma, karena pria yang merokok hormon testosteron-nya lebih rendah dari normal, padahal hormon ini menstimulasi produksi sperma. Jadi hindarilah asap rokok baik aktif maupun pasif.

Jangan minum minuman keras

Hindari polusi dan bahan kimia berbahaya

Sebisa mungkin hindari polusi dan bahan kimia berbahaya. Zat-zat beracun ini terbukti menurunkan jumlah sperma.

Jangan memakai celana dalam yang terlalu ketat

Celana dalam yang terlalu ketat menyebabkan peningkatan suhu di testis, suhu tinggi ini menyebabkan kematian sperma. Akibatnya jumlah sperma secara umum menurun dan mengurangi keberhasilan pembuahan.

Begitu pula, jangan suka berendam air hangat yang agak panas, dengan alasan meningkatnya suhu di sekitar testis tadi.

4 comments

Lompat ke formulir komentar

    • levina nita on 28 Maret 2017 at 22:13
    • Balas

    Dok, mau tanya. Saya dulu pernah promil, tapi terhenti saat suami disuruh tes lab sperma nya , hasilnya suami saya termasuk golongan sperma encer. Dng kualitas sperma hanya 4% , sudah mengkOnsusmsi Makanan sehat, apa perlu di bantu juga dng vitamin pria? Namanya apa dok? Sdh pernah konsumsi tribestan 3 bulan juga tdk berhasil…akhirnya suami berhenti konsumsi… Skg ingin promil lagi mengingat usia pernikahan sdh menginjak th ke 4. Bagaimana sebaiknya yg saya lakukan??
    Catatan medis saya, tidak pernah ada kelainan siklus haid, haid lancar, tdk nyeri / sakit saat haid. Dulu sempat diperiksa katanya ada keputihan… Tp sdh berkurang setelah sy menggunakan pembalut sehat. Tapi badan jadi gemuk krn dulu di suruh konsumsi vitamin HormoN, yg sampai skg berat badan Jadi 75kg tinggi 165cm.

    Akhirnya sy tidak konsumsi vitamin itu lg krn takuT tambah gemuk dan menyumbat sel telur nya…
    Terimakasih banyak dok, jika berkenan membalas curhatan saya.

    Email saya : levina_nita_widjojo@yahoo.com

    1. Saya email ya

    • Lia on 10 Agustus 2017 at 11:55
    • Balas

    Hallo dok, salam kenal
    Nama saya lia.. saya mau tanya dok..
    Saya dan suami saya ingin sekali punya baby.. 3bulan yang lalu kami ke dokter Spog, disarankan oleh dokternya utk cek lab AS. Hasilnya cukup tidak memuaskan karena suami saya ternyata OAT (Oligoasthenozoospermia).. Sempat sedih juga.. lalu 2bulan konsumsi obat dari dokter tp lupa dok nama obatnya apa, kemudian disambi pijat dan minum madu penyubur.. tp masih belum ada hasil..
    Untuk saya selama ini, sudah pernah di usg perut dan USG TransV syukurlah tidak ada masalah apa2, kata dokter saya smw normal..

    pertanyaannya, kalau kasus seperti itu apakah suami saya bisa sembuh sehingga saya bisa hamil secara alami tnpa harus ke jalan insem atau BT krn ada teman saya sama seperti ini case nya disuruh BT sama dokternya dok.. Bila bisa, bagaimana caranya dok, mengingat usia pernikahan kami sudah th ke 2..

    mohon kiranya bisa membalas curhatan saya dok.. terimakasih banyak

    email saya : green_julliya @yahoo.com

    1. Untuk suaminya saya sarankan konsul ke Dr Sp Andrologi, agar dikasih treatment yg sesuai

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.