Jun 21

Selamat Idul Fitri


Sumber gambar: http://wacana.siap.web.id/2014/07/kumpulan-ucapan-selamat-idul-fitri-1435-h-2014.html#.U9ByU2Pob1U

Dr. Harris Armadhi Sp.OG beserta keluarga dan staff mengucapkan Selamat Idul Fitri 1438 H / 2017 M.

Taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian).
Mohon maaf lahir batin atas segala salah dan khilaf.

Apr 27

Pentingnya USG Sejak Awal Kehamilan

Apakah USG itu?

USG (Ultra Sono Grafi) adalah adalah salah satu cara yang umum digunakan di kedokteran kandungan untuk memeriksa kondisi ibu dan janin saat masih dalam kandungan (sebenarnya masih banyak fungsi USG lainnya).

Mengapa Harus Periksa Sejak Awal?

Ketika ibu merasa telat, atau merasa ada tanda-tanda hamil, sebaiknya segera periksa, karena kehamilan bisa saja normal, hamil kosong, atau hamil anggur.
Jika kehamilan tersebut hamil kosong atau hamil anggur akan dilakukan tindakan segera. Dan jika kehamilannya normal, pemeriksaan USG akan memberikan banyak manfaat dalam mengetahui kondisi ibu dan janin yang dikandungnya.
Untuk tahap awal, pemeriksaan kepastian kehamilan bisa dilakukan secara mandiri dengan testpack yang banyak dijual di apotik. Kalau positif, ibu bisa pergi ke dokter kandungan terdekat untuk diperiksa dan diberikan obat sesuai kondisi ibu dan janinnya. Atau dokter bisa melakukan tindakan tertentu jika dirasa perlu.

Kegawatan Dalam Kehamilan

Yang dimaksud kegawatan adalah hal-hal yang bisa mengancam keselamatan nyawa baik ibu maupun janin yang dikandungnya. Contoh kegawatan adalah:

  • Pendarahan
  • Eklampsia / Pre-eklampsia
  • Plasenta lepas
  • Rahim sobek
  • Keguguran

Untuk itulah pentingnya dilakukan pemeriksaan sejak awal kehamilan.

Manfaat USG

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan melalui USG ini, yaitu:

  • Deteksi kepastian kehamilan
  • Mengetahui umur kehamilan
  • Evaluasi hamil kembar
  • Mengetahui aktivitas jantung janin
  • Mengetahui berat badan janin
  • Mengetahui letak plasenta
  • Memeriksa cairan ketuban
  • Mengetahui jenis kelamin janin
  • Deteksi hamil di luar rahim
  • Ketidaknormalan janin
  • Kelainan bawaan
  • Perkembangan janin
  • Kelainan rahim

USG Transvagina dan USG Abdomen

Jika dilihat dari cara memeriksanya, USG dibagi menjadi 2, yaitu USG Transvagina dan USG Abdomen. Penjelasannya adalah:

USG Transvagina

USG Transvagina adalah USG yang cara memeriksanya dengan alat yang dimasukkan melalui vagina hingga mencapai pintu rahim. USG ini lebih dipilih untuk memeriksa kehamilan awal Trimester 1 saat ukuran janin masih kecil

Kelebihan:

  • Detil lebih baik
  • Bagus untuk ibu yang kegemukan (obesitas)
  • Bagus untuk rahim yang bentuknya ke belakang

Kekurangan:

  • Skala pemeriksaan lebih sempit
  • Tidak boleh untuk pasien yang belum pernah hubungan
  • Pasien mungkin merasa kurang nyaman

USG Abdomen

Sedangkan USG Abdomen adalah USG yang cara memeriksanya alat diletakkan di perut ibu hamil. USG ini lebih dipilih untuk memeriksa kehamilan Trimester 2 – 3 dimana ukuran janin sudah besar.

Kelebihan:

  • Skala lebih besar
  • Pasien nyaman
  • Bisa untuk pasien yang belum pernah hubungan

Kekurangan:

  • Detil kurang terutama untuk kehamilan awal
  • Butuh mengisi / memenuhi kantung kencing untuk pemeriksaan kehamilan awal

Jika dilihat dari tampilannya, USG bisa dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

  • USG 2 Dimensi: USG dengan tampilan datar, hitam putih, sulit “dibaca” orang awam
  • USG 3 Dimensi: Tampilan (gambar) jelas, bisa menampilkan prespektif kedalaman, jadi tidak datar seperti USG 2 D
  • USG 4 Dimensi: Tampilan 3 D dengan tambahan prespektif waktu, real time, bisa bergerak, seperti melihat video janin

Amankan USG ini?

USG memakai sarana gelombang suara untuk menghasilkan gambar. Tidak ada panas atau zat radioaktif yang dipancarkan. Jadi alat ini sangat aman. Sampai sekarang tidak ada laporan tentang kelainan janin / kecacatan yang diakibatkan oleh penggunaan USG.

Feb 03

Melahirkan Normal? Bisa!!!

Kehamilan adalah anugrah terindah yang pasti ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Apalagi jika itu adalah kehamilan pertama. Anda akan menjadi orang tua dari anak-anak Anda.

Masa Kehamilan

Setelah diketahui hamil, tentu ibu dengan penuh kasih sayang menjaga kehamilan dan melakukan yang terbaik agar janin yang dikandungnya sehat dan saat lahir ke dunia nanti muncul sebagai manusia baru yang sempurna tidak kurang suatu apapun.

Masa Melahirkan

Setelah proses kehamilan yang melelahkan selama 9 bulan 10 hari, tibalah saat melahirkan yang menegangkan. Tenaga, pikiran dan mental Ibu akan tercurah penuh saat menjalani proses melahirkan ini.

Kelahiran Spontan

Kelahiran spontan atau yang orang awam menyebutnya sebagai kelahiran normal adalah kelahiran melalui jalan lahir atau vagina. Lawan kelahiran spontan adalah Sectio Caesaria (SC) yang orang awam menyebutnya sebagai operasi sesar, yaitu kelahiran lewat operasi sayatan di perut bagian bawah.

Kelebihan Melahirkan Secara Spontan

Sebagai ‘jalan’ alami yang memang sudah disediakan untuk itu, tentunya melahirkan spontan adalah cara yang terbaik dan memiliki kelebihan yaitu:

  • Biaya persalinan jauh lebih murah
  • Pendarahan lebih minimal
  • Rawat inap lebih cepat
  • Pemulihan penyembuhan lebih cepat
  • Rahim cepat kembali ke bentuk semula
  • Bisa segera memiliki anak lagi
  • Proses alami ini ‘memicu’ dihasilkannya kolustrum dan ASI
  • Bayi yang dilahirkan memiliki daya tahan lebih terhadap alergi dan resiko asma juga lebih rendah

Sakitkah Melahirkan Secara Spontan?

Tidak dapat dipungkiri bahwa melahirkan normal itu sakit, tapi sakit sendiri itu relatif untuk setiap orang. Ada ibu yang masih bukaan 2 saja sudah merasa kesakitan. Sebaliknya ada juga ibu yang sudah bukaan 8 hingga melahirkan malah tidak merasakan sakit yang berarti.

Kiat Melahirkan Normal

Tentunya diperlukan kiat tertentu agar kelahirkan bayi anda bisa selancar mungkin. Beberapa tips di bawah ini bisa dilakukan:

  • Periksakan kehamilan secara teratur
  • Pilih tenaga medis dan rumah sakit yang Ibu percaya
  • Perbanyak info tentang melahirkan, baik dari pengalaman sesama ibu maupun membaca
  • Makan makanan bergizi dan minum vitamin agar tubuh sehat dan bugar saat melahirkan
  • Lakukan senam hamil untuk melatih pernapasan dan meningkatkan stamina
  • Berdoalah agar diberi kelancaran dan selalu berpikir positif

Dukungan Suami Dan Keluarga

Dukungan dari keluarga terutama suami akan memberikan sugesti yang besar kepada Ibu di saat ini. Secara psikologis Ibu merasa ditemani dalam melalui masa yang mendebarkan ini. Di sini suami hendaknya bersifat proaktif, bersikap tenang dan tidak malah panik.

Proses Melahirkan

Awalnya terkadang terjadi kontraksi palsu karena muncul tidak teratur dan hilang. Disusul dengan kontraksi yang datang teratur dengan waktu jeda yang semakin lama semakin cepat. Selanjutnya masuk fase bukaan awal, yaitu 1 cm hingga 4 cm. Diteruskan dengan bukaan 4 cm dan seterusnya, saat ini kontraksi semakin hebat. Baru saat bukaan mencapai 10, dikatakan bukaan sempurna dan bayi akan keluar pada tahap ini.

Dan Akhirnya …

Jadi, jika tidak ada komplikasi medis, melahirkan spontan adalah pilihan utama. Bahkan ada yang beranggapan bahwa kurang lengkap rasanya menjadi ibu jika tidak pernah melahirkan secara spontan (normal).

Nov 16

Induksi Ovulasi


Sumber gambar: wecareindia.com

Yang dimaksud dengan induksi ovulasi adalah proses merangsang ovulasi dengan menggunakan obat. Terapi hormonal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pembentukan ovum serta pengeluarannya.

Jadi … digunakan untuk meningkatkan kemampuan reproduksi dan sebagai ‘pemaksa’ untuk pasien yang tidak dapat melakukan ovulasi sendiri. Umumnya untuk terapi pasien yang menderita endometriosis dan siklus mens yang tidak teratur.

Dalam hal terapi kesuburan, ini digunakan untuk menambah banyak tekur yang matang dalam satu siklus sehingga diharapkan meningkatkan keberhasilan pembuahan.

Sedangkan untuk pasien yang ingin menormalkan siklus haidnya, terapi ini bisa menghasilkan telur yang sehat.

Penderita PCOS juga bisa memanfaatkan terapi ini, karena pasien PCOS mengalami haid tidak teratur, masalah ketidaksuburan, jerawat, berat badan berlebihan, tumbuh bulu berlebihan serta gangguan hormonal lainnya. Dampak selanjutnya bisa menderita diabetes mellitus dan penyakit jantung.

Sep 23

Induksi Persalinan

Induksi persalinan adalah cara untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami terjadi untuk mempercepat persalinan. Prosedur ini harus dilakukan secara hati-hati karena mengandung banyak risiko dibanding persalinan normal.

Saat tanggal melahirkan yang ditentukan ibu belum menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan, dokter akan menunggu hingga umur kehamilan sebelum mencapai 42 minggu. Jika saat itu belum ada tanda-tanda akan melahirkan juga, maka perlu dipikirkan untuk melahirkan secara paksa bayi yang ibu kandung. Karena jika bayi tidak dikeluarkan akan meningkatkan resiko pada si bayi itu sendiri. Misal : menelan tinja bayi (mekonium) yang bisa mengakibatkan gangguan pernapasan, bayi kelewat besar dll.

Beberapa kondisi yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan induksi dari sisi ibu :

  • Ibu menderita tekanan darah tinggi (preeklamsia)
  • Ibu menderita diabetes gestasional (kadar gula darah tidak terkontrol)
  • Ibu dengan penyakit herpes

Beberapa kondisi yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan induksi dari sisi bayi :

  • Oligohidramnion (air ketuban sedikit)
  • IUGR (Intrauterine Growth Retardation-hambatan pertumbuhan janin)
  • Janin lewat waktu

Teknik Induksi

Ada dua cara yang biasanya dilakukan:

  • kimia : diberikan obat-obatan khusus, dengan cara diminum, dimasukkan ke dalam vagina, diinfus
  • mekanik : metode stripping, pemasangan balon keteter, (oley chateter) dimulut rahim, serta memecahkan ketuban saat persalinan

Sep 15

Persalinan Dengan Vakum

Ada kalanya saat ibu melahirkan calon bayi harus dibantu dikeluarkan dengan vakum.

Melahirkan dengan vakum merupakan salah satu cara persalinan yang digunakan untuk membantu memperlancar proses meelahirkan. Melahirkan dengan bantuan vakum ini biasa dilakukan jika proses melahirkan memiliki permasalahan yang dipicu oleh kondisi janin, calon ibu maupun keduanya.

Syarat Di-Vakum

Terdapat syarat yang harus dipenuhi saat dilakukan vakum, yaitu:

  • bayi tidak terlalu besar
  • panggul ibu tidak sempit
  • bukaan sudah lengkap
  • kepala janin sudah memasuki dasar panggul

Jika tidak terpenuhi, bisa jadi operasi sesar adalah pilihannya.

Apakah Aman?

Teknik membantu persalinan dengan vakum ini relatif aman digunakan jika dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dan kompeten. Jadi tidak perlu dikhawatirkan.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang mungkin timbul:

  • kulit kepala yang menonjol pada tempat tarikan vakum
  • lecet pada kulit kepala
  • benjolan yang terbentuk pada kepala tempat vakum

Tapi jangan khawatir, benjolan akan hilang dalam waktu 3 – 4 minggu.

Apakah Mempengaruhi Kecerdasan Bayi?

Tidak berpengaruh terhadap kecerdasan bayi selama dilakukan dengan benar.

Sep 08

Hamil Sungsang

Yang dimaksud hamil sungsang adalah kondisi letak bayinya yang mengalami kelainan. Bayi normal letak kepalanya terletak di bawah dekat mulut rahim. Sedangkan pada hamil sungsang letak pantat atau kaki bayi justru berada di bawah dekat mulut rahim.

Persalinan sungsang ini bisa menjadi hal yang sangat berbahaya, baik untuk ibu maupun bayinya. Dalam prosesnya, persalinan sungsang ini kita berusaha untuk mengeluarkan bayi dimana yang keluar duluan adalah pantat atau kaki bayi.

Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan psikologis buat ibu hamil.. Dimana tekanan psikologis ini justru tidak menguntungkan dari sisi ibu saat melahirkan.

Menurut penelitian kejadian sungsang ini adalah antara 3% hingga 4% kehamilan.

Letak bayi di dalam kandungan sebenarnya tergantung gerak atau adaptasi bayi terhadap ruang gerak di dalam kandungan sang ibu. Saat umur kehamilan belum mencapai 8 bulan, ruang gerak bayi masih sangat bebas.

Saat kehamilan menjadi lebih tua, proses pembesaran janin lebih cepat tetapi sebaliknya air ketuban cenderung berkurang.

Bisa jadi saat bergerak bokong bayi cenderung memilih tempat yang lebih leluasa.

Penyebab lain kondisi bayi sungsang ini adalah:

  • Bentuk rahim kurang lonjong
  • Panggul ibu sempit
  • Faktor gerakan bayi itu sendiri
  • Kelainan bentuk kepala bayi, misal hidrocepalus

Salah satu gambar contoh bentuk sungsang

Sep 01

Hubungan Pasien Dengan Dokter

Kali ini kita bahas hal yang santai saja ya. Yaitu hubungan antara pasien dengan dokternya.

Beberapa kali di web ini ada pertanyaan dari pasien yang menanyakan hasil pemeriksaan dari dokter lain ke saya. Mereka kalau saya amati dari bahasa pertanyaannya, menanyakan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh dokter lain ke saya. Kenapa hal tersebut tidak ditanyakan ke dokter yang memeriksa? Tentunya dokter yang memeriksa lebih tahu histori dan kondisi pasien yang dihadapi, ditambah lagi dengan data diagnosa penunjang dari lab yang telah dilakukan.

Tentu berbeda kondisinya dengan jika seorang dokter yang tidak memeriksa, tidak ada data penunjang, tidak pernah melakukan wawancara dll, kemudian harus memberikan jawaban. Pada waktu sekolah kita diajarkan untuk melakukan pemeriksaan dengan berdasar bukti dan data penunjang, jadi bukan bersifat menebak.

Jadi ada baiknya pada saat periksa Ibu bertanya yang sejelas-jelasnya kepada dokter yang melakukan pemeriksaan. Tidak perlu sungkan apalagi takut. Selama pertanyaannya masih relevan dengan penyakitnya tentu seorang dokter akan memberikan jawaban yang semestinya kepada pasiennya.

Hubungan yang baik antara pasien dengan dokternya secara sugesti bisa memberikan ketenangan dan bahkan mempercepat kesembuhan.

Agu 16

Persalinan Macet

Yang dimaksud persalinan macet adalah persalinan yang mandek / macet dalam waktu yang lama sehingga bisa menimbulkan komplikasi baik ibu maupun bayinya.

Persalinan macet berlangsung 24 jam atau lebih untuk kelahiran anak pertama atau 18 jam atau lebih untuk kelahiran anak ke dua atau selanjutnya.

Penyebabnya

Penyebab persalinan macet diantaranya adalah:

  • Kelainan letak / posisi janin
  • Kelainan jalan lahir
  • Kelainan HIS / kekuatan otot rahim
  • Janin besar
  • Ketuban pecah dini
  • Pemimpin persalinan salah

Komplikasi

Pada ibu

  • Kelelahan ibu karena mengejan terus sedangkan intake kalori kurang
  • Infeksi hingga sepsis
  • Asidosis (keasaman darah menjadi tinggi) dengan gangguan elektrolit
  • Dehidrasi, syok dan kegagalan fungsi organ
  • Robekan jalan lahir, menimbulkan persalinan yang traumatik
  • Fistula buli-buli, vagina, rahim dan rectum

 

Pada anak

  • Gawat janin dalam rahim hingga meninggal
  • Lahir dalam kondisi sesak napas berat sehingga dapat menimbulkan cacat otak menetap
  • Trauma persalinan, patah tulang selangka, lengan atas, paha

Tindakan

Tindakan yang akan dilakukan tergantung kondisi yang terjadi:

  • Memperbaiki keadaan ibu, seperti rehidrasi, menyeimbangkan asam darah, pemberian elektrolit, pemberian kalori, menurunkan panas, penyembuhan infeksi
  • Bila bukaan lengkap dan memenuhi syarat kelahiran pervaginam, bisa dilakukan ekstraksi vacum, ekstraksi forcep, atau perforasi kranioflasi
  • Bila bukaan tidak lengkap dilakukan operasi sectio caesaria

Agu 11

Ketuban Pecah Dini

Apakah Cairan Ketuban Itu?

Cairan ketuban adalah cairan yang berada di luar janin dan di dalam rahim. Cairan ini menggenangi janin yang ada di dalamnya. Cairan ini diproduksi dari kencing janin, maupun cairan paru-paru dan saluran nafas.

Volume cairan bertambah terus selama masa kehamilan hingga puncaknya di minggu ke 34 – 36, sekitar 1 liter. Setelah itu mengalami penurunan volume hingga minggu ke 40, yaitu sebesar 800 mili liter, dan berkurang terus seiring bertambah tuanya kehamilan.

Air ketuban umumnya pecah saat ibu dalam masa kontraksi untuk kelancaran kelahiran sang bayi. Tapi, bisa terjadiya ketuban pecah lebih awal (dini) hingga dapat mengakibatkan komplikasi serius.

Ketuban disebut pecah dini jika terjadi saat kehamilan kurang dari 37 minggu.

Penyebabnya

Beberapa penyebab terjadinya ketuban pecah dini adalah:

  • Paling sering karena: Infeksi rahim, leher rahim, atau vagina
  • Jatuh, kecelakaan
  • Hamil kembar
  • Cairan ketuban terlalu banyak
  • Merokok
  • Stress
  • Perdarahan saat hamil
  • Operasi
  • Biopsi
  • Mengalami ketuban pecah dini pada kehamilan sebelumnya
  • Indeks massa tubuh ibu hamil rendah
  • Tekanan darah tinggi

Akibatnya

Jangan anggap remeh masalah ini, karena mengakibatkan:

  • Bayi lahir prematur
  • Cairan ketuban terlalu sedikit bila terjadi pada kehamilan usia muda. Kondisi ini menyebabkan infeksi pada janin bahkan kematian janin
  • Meningkatkan risiko retensio plasenta (sebagian atau semua plasenta tertinggal dalam rahim). Ini mengakibatkan perdarahan pasca melahirkan baik primer maupun sekunder (kehilangan darah dalam waktu 24 jam sampai 6 minggu pasca melahirkan)
  • Terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari dinding rahim sebelum proses persalinan
  • Tali pusat janin putus
  • Kuman dapat pindah ke dalam kantung ketuban dan menyebabkan infeksi dalam rahim
  • Tali pusat mungkin terjepit di antara bayi dan dinding rahim. Bayi bisa mengalami cedera otak dan menyebabkab kematian bayi
  • Jika ketuban pecah sebelum kehamilan 23 minggu, paru-paru bayi mungkin tidak berkembang
  • Jika ketuban pecah di usia sebelum 18 minggu, anggota badan janin kemungkinan tidak berkembang secara normal

Segeralah ke RS untuk mendapatkan penanganan. Air ketuban dapat dikenali dengan ciri-ciri: warna bening atau ada bintik-bintik putih, disertai darah / lendir, tidak berbau.

Post sebelumnya «